Gubernur Suwarna Menilai Penahanannya Diskriminatif
Kamis, 16 November 2006 | 20:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Terdakwa Gubernur Kalimantan Timur Suwarna Abdul Fatah mempertanyakan perlakuan berbeda atas penahanannya. Dia membandingkan dengan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi yang saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi Hilton. ”Ali Mazi dan saya sama-sama sebagai gubernur. Dia terdakwa, saya pun terdakwa. Tapi, saya ditahan, tapi Ali tidak. Why?” ujar Suwarna seusai sidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (16/11).
Suwarna ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga terlibat kasus korupsi pembukaan lahan sejuta hektare di kawasan hutan Berau, Kalimantan Timur. Sejak ditahan, Suwarna telah berulang kali mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Tapi, kata dia, hingga kini belum ada tanggapan. “Saya tiga kali mengajukan, tapi tidak pernah ada jawaban. Sampai bosan,” ujarnya.
Berbeda dengan Ali Mazi yang sudah dinon-aktifkan sebagai gubernur, Suwarna mengaku tidak terlalu mempersoalkan rencana penonaktifan terhadap dirinya. “Tidak masalah, yang penting gaji tetap lancar,” kata dia.
Meski ditahan, Suwarna mengaku masih bisa menjalani tugasnya sebagai gubernur dengan mudah. Sebab, kata dia, roda pemerintahan masih dijalankan oleh wakil gubernur beserta pejabat lainnya.
Riky Ferdianto




Komentar Anda :