Presiden Canangkan Pemberdayaan Pulau Kecil Terluar

Jum'at, 17 November 2006 | 07:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Program Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Pencanangan tersebut dilakukan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, hari ini.

"Pulau kecil terluar sangat strategis karena beranda negara paling depan yang langsung berhubungan dengan negara luar. Kita harus memberi perhatian khusus dan perlindungan agar kasus Sipadanan-Ligitan tidak terulang," ujar Presiden dalam sambutannya.

Secara geografis, Natuna merupakan wilayah paling utara RI dengan 12 pulau terluar, salah satunya Pulau Sekatung, yang berbatasan langsung dengan Vietnam, Thailand dan Malaysia. Di pulau itu, hanya 40 persen wilayahnya yang berpenghuni dengan hasil minyak bumi yang melimpah. Sementara pulau yang tidak berpenghuni berisi hutan rimba.

Kabupaten Natuna dengan wilayah perairan seluas 138.666 kilometer persegi dan daratan berbentuk kepulauan seluas 3.235,2 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada 2005 sebanyak 88.208 jiwa.

Presiden tiba bersama rombongan sekitar pukul 09.30 WIB. Hadir dalam acara pencanangan itu Menko Polkam Widodo AS, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Kapolri Jenderal Sutanto, Mendagri M. Ma'ruf, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Menko Ekonomi Boediono.

Sekitar pukul 12.00 Yudhoyono akan meninggalkan Natuna menuju Hanoi, Vietnam. Presiden akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi ke-14 APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) di negara tersebut.

BADRIAH/OKTAMANDJAYA WIGUNA






Komentar Anda

Kirim