Yudhoyono: Perlu Ada Transparansi Kekuatan Militer

Rabu, 22 November 2006 | 20:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai perlu ada kerangka berpikir dan paradigma yang sama tentang penjagaan keamanan kawasan Asia Pasifik dan dunia. "Perlu ada transaparansi kekuatan dan rencana militer," kata Yudhoyono dalam sambutannya saat membuka pameran Indo Defence 2006 Expo & Forum di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (22/11).

Yudhoyono mengatakan, perkembangan dunia saat ini memerlukan penyesuaian paradigma karena banyak negara tidak punya negara lain yang dianggap sebagai musuh. "Musuh nyata kita datang dalam bentuk berbeda yaitu terorisme, kejahatan transnasional, penyakit, bencana
alam, dan ancaman nonkonvensional lainnya," ujarnya.

Menurutnya, ancaman nonkonvensional atau isu keamanan manusia sedang mengemuka di dunia karena selain mempengaruhi keamanan juga berimbas kepada ekonomi. Hal tersebut, kata dia, telah menjadi bahasan pokok dalam pertemuan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) di Vietnam dan akan kembali dibahas dalam pertemuan negara ASEAN dan forum negara Asia Timur.

Yudhoyono mengatakan, negara kawasan Asia dan Pasifik juga harus memperhatikan isu keamanan maritim seperti keamanan pelayaran, keamanan navigasi, serta pengamanan jalur pelayaran. Karena itu presiden menilai perlu ada peningkatan kerja sama militer misalnya dengan memperbanyak latihan bersama.

Yudhoyono menilai perlu ada mekanisme yang efektif dan tepat untuk mengatur kerjasama pertahanan dan militer antar negara. "Perlu komitmen dan tanggung jawab bersama untuk benar-benar ciptakan keamanan dan perdamaian kawasan dan dunia," ujarnya.

OKTAMANDJAYA WIGUNA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: