TNI AU: Kerja Sama Dengan Singapura Untuk Atasi Lamanya Pengadaan
Rabu, 22 November 2006 | 20:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana TNI Angkatan Udara memperbaiki empat buah pesawat angkut Hercules C-130 di Singapura untuk mengatasi lamanya waktu pengadaan suku cadang.
Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Herman Prayitno, dalam pengadaan, sering kali harus menunggu hingga satu tahun dari tanggal pemesanan. "Pesan sekarang, datangnya, mungkin 6 bulan atau sampai satu tahun," katanya kepada wartawan seusai meninjau pameran Indo Defence di Kemayoran, Rabu (22/11).
Herman melanjutkan, untuk mempersingkat waktu, maka pihaknya memutuskan untuk meminjam suku cadang yang dimiliki oleh Singapura. "Kalau pesanan sudah datang, bisa kami kembalikan ke Singpura," ujarnya. Karena TNI Angkatan Udara menginginkan kerja sama yang seimbang, maka 'peminjaman' ini tidak cuma-cuma.
Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Marsekal Muda Slamet Prihatino, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa perbaikan ini akan dibiayai oleh kredit ekspor tahun 2004.
Kerja sama ini, kata Herman, sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu. "Kami berusaha untuk terus menghidupkannya tiap tahun," ujarnya. Selain dengan Singapura, TNI Angkatan Udara juga telah melakukan kerja sama serupa dengan Malaysia dalam perbaikan pesawat tempur Hawk.
Rieka Rahadiana





