Pencarian Korban Ledakan Gas Dihentikan

Rabu, 22 November 2006 | 00:25 WIB

TEMPO Interaktif, Porong:Pencarian korban akibat ledakan pipa gas di bawah tanggul penahan lumpur Lapindo, pukul 00.10 dinihari tadi (23/11) dihentikan. Penghentian pencarian dilakukan karena lumpur yang masuk ke jalan tol semakin panas.

Pipa gas Pertamina yang ditanam di bawah tanggul penahan lumpur Lapindo meledak pukul 20.00, Rabu (22/11). Ledakan yang terjadi tiga kali itu sempat mengeluarkan api setinggi 500 meter. Pipa meledak diperkirakan karena terendam lumpur yang bersuhu hingga 80 derajat Celsius.

Akibat kejadian ini, tiga orang meninggal. Korban adalah Kapten Afandi, 49 tahun, Komandan Rayon Militer Balongbendo, Porong, dan Serda Hafid dari Yon Zipur V, dan karywan Jasa Marga yang ditemukan di dalam mobilnya yang terendam lumpur. Dua puluh orang lainnya dilarikan ke rumah sakit. Sepuluh orang menderita luka bakar dan sepuluh lainnya sesak napas akibat menghirup gas beracun H2S.

Selain itu, tiga karyawan Jasa Marga dan empat karyawan Fergaco (rekanan Lapindo dalam penanggulangan gas berbahaya dan beracun) dinyatakan hilang. Tiga orang Fergaco lainnya terjebak di tengah lumpur dan terpaksa naik ke atas pohon.

Pipa yang meledak ini terletak di samping jalan tol Surabaya-Gempol Kilometer 38,400. Ledakan itu membuat tanggul jebol dan lumpur menggenangi jalan tol hingga empat meter. Beberapa kendaraan yang melintas terjebak lumpur. PIpa meledak diperkirakan karena pergesarn tanah akibat beratnya tanggul di atas pipa.

Akibat insiden itu, warga sekitar Porong--Desa Kedungbendo, Siring, Renokenongo, dan beberapa desa lain--pergi mengungsi. Adapun jalan tol ditutup total.

ROCHMAN TAUFIK






Komentar Anda

Kirim