Partai Politik Cuma Jadi Broker Dalam Pemilu

Jum'at, 24 November 2006 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani menilai partai politik tak lebih sebagai broker dalam Pemilihan Umum.

"Memang, sumber rekruitmen calon pemimpin adalah dari partai politik, tapi yang ada sekarang belum mengoptimalkan dirinya," ujarnya dalam diskusi dialektika dengan tema "Mencari Pemimpin Bangsa 2009" di DPR, Jumat.

Sampai sekarang tokoh-tokoh politik yang bermain di panggung politik tak lepas dari orang lama. "Sebenarnya banyak tokoh baru, tapi yang muncul namanya itu-itu saja," ujarnya.

Tak digunakannya calon independen, maraknya partai politik yang menjadi broker atau agen politisi, membuat partai politik seperti tak memiliki kader binaan. "Banyak yang buka lowongan untuk jadi calon partai," katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Pemuda PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, mengakui kekurangan kader. "Kalau itu benar," ujarnya. Sering kali, katanya, PDI Perjuangan membuka lowongan bagi politisi untuk masuk seperti dalam banyak pemilihan kepala daerah.

Wakil Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional, Mohammad Najib, menilai kesalahan bukan pada aturan main, melainkan pelaksanaan yang liberalis.

Aguslia Hidayah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: