|
Ada Unsur Kelalaian Dalam Ledakan Pipa Gas Pertamina
Jum'at, 24 November 2006 | 21:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Markas Besar Kepolisian RI akan menyelidiki adanya dugaan unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa ledakan pipa gas Pertamina di area luapan lumpur Lapindo Porong, Sidoarjo, Rabu lalu.
Juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto mengatakan, salah satu alat yang menjadi bahan penyelidikan adalah tentang surat peringatan dari Tim Nasional Penganggulangan Lumpur Lapindo kepada Pertamina.
"Isi peringatannya bagaimana? Jawabannya bagaimana? Itu nanti yang akan kami pelajari," kata Sisno, Jumat. Polisi menyimpulkan peristiwa yang menyebabkan 11 orang meninggal dan belasan orang luka tersebut sebagai kecelakaan murni.
Namun, polisi saat ini terus mengembangkan penyelidikan. "Kalau nanti ada bukti awal yang cukup, baru dinaikan ke tingkat penyidikan," tambah Sisno.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Timur telah meminta keterangan 17 orang saksi terkait dengan peristiwa ledakan. "Mereka itu ada di lapangan saat kejadian," kata Direktur Reserse dan Kriminal Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Amhar Azeth.
Menurut Amhar, meski pemerintah telah menyimpulkan
bahwa kejadian itu murni kecelakaan namun polisi tetap
berkewajiban menyelidiki. Tugas penyelidikan itu, kata Amhar, dilakukan tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Polres Sidoarjo.
Kukuh S Wibowo | Erwin Daryanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|