Komisi Kesehatan DPR Pergi Ke Hongkong dan Korea Selatan
Senin, 27 November 2006 | 17:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat akan kunjungan kerja ke Hongkong dan Korea Selatan dengan dalih mencari strategi kebijakan menangani flu burung yang efektif serta masalah tenaga kerja.
"Ini kunjungan kerja kami setelah dua tahun Komisi IX tidak melakukan kunjungan kerja," kata Wakil Ketua Komisi Kesehatan DPR Max Sopacua dalam jumpa pers di gedung MPR/DPR, Senin (27/11). Max tak menjelaskan tujuan kunjungan itu berbenturan dengan kewenangan pemerintah sebagai penentu strategi suatu kebijakan.
Politikus Partai Demokrat mengatakan kunjungan kerja itu bertujuan menciptakan pemahaman baik personal maupun institusional terhadap masalah yang ada. "Ada
masalah-masalah yang membutuhkan penanganan melalui
kebijakan bersama antara DPR dan Pemerintah," tuturnya.
Hongkong dipilih Komisi IX karena salah satu negara yang sukses mengatasi wabah flu burung. "Hongkong pada tahun 1997 berhasil menekan angka kematian akibat flu burung dan memutus penyebaran virus flu burung," katanya.
Indonesia sedang mengembangkan laboratorium flu burung namun masih terkendala sumber daya manusia belum mampu diatasi oleh Departemen Kesehatan. "Komisi IX ingin tahu sejauh mana kerjasama antara Indonesia dengan Korea dan Hongkong terkait flu burung dan TKI," tuturnya.
Rombongan Komisi Kesehatan DPR terbagi dua tim kerja yakni 15 orang ke Hongkong (29 November) dan 15 orang ke Korea Selatan (5 Desember). Untuk ke dua negara ioni, Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR harus merogoh kocek sebesar Rp 400 juta. "Masing-masing orang
mendapatkan jatah 280 dolar untuk kunjungan selama 3
hari,"jelas Max yang mengaku hanya akan menggunakan Rp. 250 juta.
Aguslia Hidayah





