Penerbit Ragukan Program Buku Lewat Internet
Rabu, 06 Desember 2006 | 17:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengalihan hak cipta dari penerbit atau penulis kepada pemerintah untuk disiarkan di internet harus dikaji secara mendalam.
"Apakah boleh buku yang ditayangkan di internet itu digandakan? Bagaimana nanti kalau diperjualbelikan," kata Setia Dharma Madjid, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia kepada Tempo di sela-sela seminar nasional "Proteksi dan Penggunaan Hak Cipta dalam Industri Penerbitan" di Jakarta Convention Center, siang tadi.
Ia meragukan rencana pemerintah menayangkan buku di internet akan meningkatkan kualitas pendidikan. Setia menyarankan, agar sistem distribusi diperbaiki, mengendalikan harga kertas, dan menghapus pajak untuk pendidikan.
Menurut dia, saat ini harga buku mahal karena harga kertas yang tinggi. Padahal, biaya kertas mencapai 60 persen dari harga buku. "Bagaimana tidak mahal, setiap tahun ajaran baru kertas selalu menghilang dari peredaran. Penerbit harus membeli kertas dengan harga tinggi dan akibatnya buku harus dijual mahal," katanya.
Dharma juga mengusulkan agar setiap hak cipta yang dibeli untuk internet (e-book) hanya bisa diambil oleh masyarakat menggunakan CD/VCD (software), bukan untuk dicetak. REH ATEMALEM SUSANTI





