RUU Perdagangan Manusia Diharapkan Selesai Pada hari Ibu, 22 Desember
Rabu, 06 Desember 2006 | 21:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyelesaian RUU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dapat dilihat sebagai wujud perjuangan perempuan masa kini. Untuk itu Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta berharap RUU ini dapat segera diselesaikan pada peringatan hari ibu 22 Desember ini. "Wujud kemerdekaan perempuan dari kemungkinan perdagangan orang," kata Meutia dalam sambutan pembukaan pameran bertema Anak Bangsa Tidak Untuk Dijual yang diselenggarakan di DPR.
Dengan diselenggarakan pameran dan diskusi terbuka, diharapkan bisa menjadi masukan untuk segera terselesaikannya RUU itu yang saat ini masih dalam pembahasan di DPR bersama pemerintah. Diskusi terbuka diperlukan untuk mengetahu apa yang sedang terjadi, dan bagaimana mengatasinya. Meutia meminta anggota Dewan maupun aktivis LSM yang memiliki informasi bisa memberikan masukan.
Wakil ketua MPR Mooryati Soedibyo mengatakan masalah perdagangan orang sudah menjadi permasalahan nasional sehingga perlu segera ditangani oleh pemerintah. "Ini soal kehidupan masyarakat bernegara," katanya di sela-sela pameran yang diselenggarakan 6-8 Desember.
Menurutnya Panitia Ad Hoc III DPD yang antara lain menangani bidang pendidikan, kesehatan dan perempuan juga menyiapkan rancangan untuk menjadi masukan bagi DPR dan pemerintah yang sedang membahas RUU.
Aqida





