Satu Rumah Dua Negara
Senin, 11 Desember 2006 | 02:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sederet masalah pelik masih harus diselesaikan pemerintah Indonesia, di Pulau Sebatik. Sebab, sebagian wilayah pulau itu adalah milik Malaysia. Bila pemerintah Indonesia tidak serius membangun wilayah tersebut, nasib pulau yang dihuni Kecamatan Sebatik dan Sebatik Barat berpeluang jatuh ke tangan Malaysia, seperti Pulau Sipadan-Ligitan.
Di desa Aji Kuning, Sebatik Barat, misalnya, rumah penduduk kedua negara berimpitan. Kambolong, pemilik salah satu toko di desa itu, sejak 1981 rumahnya berada di wilayah Malaysia.
Persoalan muncul karena sejak 2006, Malaysia mewanti-wanti Indonesia untuk merelokasi 300 keluarga yang tinggal seperti Kambolong. Lucunya, walau berada di wilayah Malaysia, 300 rumah itu mendapat fasilitas listrik dari Perusahaan Listrik Negara. Pun, rumah warga Malaysia yang berada di sisi seberang sungai Aji Kuning.
Camat Sebatik Barat, Sanusi meminta staf dari departemen transmigrasi dan perumahan rakyat menyampaikan masalah itu ke Jakarta, bila batas waktu relokasi tiba. “Lahan sudah ada, tapi soal fasilitas sosial dan umumnya, seperti sekolah, mesti dipikirkan,” kata dia. Yophiandi





