DPR Dukung Pembangunan PLT Nuklir
Senin, 11 Desember 2006 | 18:16 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Anggota Komisi Energi DPR Bambang Wuryanto mengatakan penggunaan nuklir dalam penyediaan energi listrik sebenarnya tidak perlu ditakutkan. Selain sudah familiar di berbagai negara, Indonesia juga sudah memiliki reaktor nuklir untuk pembangkit listrik mesti dalam skala kecil. "Di Babarsari, Yogyakarta, ada reaktor Kartini yang dibuat tahun 1975 dan tidak masalah," kata dia, Senin (11/12).
Menurut Bambang, PLTN diperlukan karena sampai saat ini baru 54 persen rakyat Indonesia yang sudah menikmati listrik. Dibandingkan dengan penggunaan energi lain dalam pengadaan listrik, nuklir lebih murah. "Energi alternatif apa yang bisa dipakai, batu baramencapai 1 juta dollar untuk 1 megawatt-nya, panas bumi dua kali lebih mahal dibandingkan batubara," kata dia.
Politisi PDI Perjuangan dar i Karanganyar ini mengatakan, di saat ini memang ada sumber energi panas bumi yang bisa menghasilkan 27 ribu megawatt. Tapi nilai investasinya sangat mahal dan bila diserahkan ke pemodal asing, bisa dipastikan harga jual listriknya akan mahal. "PLTN sudah hampir pasti dibangun, di Komisi Energi kalau divoting banyak yang mendukung karena Nuklir adalah pilihan yang murah," ujarnya.
Penolakan kalangan LSM lingkungan hidup seperti Walhi atau Greenpeace, kata Bambang, merupakan kekhawatiran terhadap kemungkinan kebocoran nuklir. Dia berharap, penentang PLTN melakukan studi ke negara-negara yang sudah menggunakan nuklir untuk pembangkit listrik seperti India. "Di sana kan aman-aman saja. Pemerintah memang harus terus melakukan sosialisasi. Yang menentang diajak dialog apa tawaran mereka untuk bisa mendapatkan listrik yang murah," ujarnya.
PLTN akan dibangun di Gunung Muria Jepara Jawa Tengah. Bambang memperkirakan pada tahun 2010-2015, PLTN tersebut sudah bisa beroperasi.
Imron Rosyid





