Presiden Marah
Rabu, 13 Desember 2006 | 18:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlihat marah saat wartawan meneriakkan “huu..” sesaat begitu Presiden keluar dari lift karena konferensi pers kunjungan Presiden ke PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) dikabarkan batal.
“Hei, apa-apaan ini? Kenapa begitu?” ucap Presiden dengan nada cukup tinggi, di depan lift utama Gedung Utama PLN Jakarta, Rabu (13/12) sore. Dari mimik mukanya, Presiden terlihat tidak suka diperlakukan seperti itu.
Saat kejadian itu, semua wartawan berada di Ruang Penunjang Free Junction sementara Tempo berada tepat di depan lift depan Ruang Penunjang dan hanya berjarak setengah meter dari Presiden.
Kejadian itu bermula saat Presiden mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke PLN. Dalam jadwal rumah tangga kepresidenan, Presiden memang akan memberikan pengarahan ke Direksi PLN. Namun, jajaran PLN tidak mengetahui
jadwal itu. Wartawan tentu berdatangan untuk mengikuti acara itu. Bahkan wartawan istana disediakan transportasi mobil Pregio dan mengikuti konvoi Presiden.
Namun ternyata rapat itu bersifat intern. Dikabarkan, akan ada konferensi pers setelah itu. Setelah menunggu sekitar 1 jam, wartawan dan forografer diperintahkan dan digiring masuk ke Ruang Penunjang yang telah disetting
untuk acara konferensi pers. Tidak lupa ucapan Selamat Datang kepada Presiden terpajang di TV Projector.
Sayangnya, jajaran Direksi dan Manajemen PLN dan peserta rapat lainnya turun di saat semua wartawan sudah ‘terperangkap’ di ruang itu sehingga tidak memungkinkan untuk doorstop. Apalagi beberapa pasukan pengaman
presiden (paspampres) membuat pagar betis. Beberapa wartawan berteriak, “Tipu, tipu..”
Tidak lama, pegawai Biro Pers dan Media rumah tangga kepresidenan, Wawan, mengatakan, “Tidak ada konferensi Pers, tidak ada konferensi pers.” Wartawan tentu saja
bingung. Tepat ketika pintu lift terbuka dan Presiden keluar, wartawan meneriakkan “huuu..” yang disambut kemarahan Presiden itu.
Wartawan lalu meminta agar Presiden bersedia mengadakan konferensi pers. Presiden yang mengenakan safari abu-abu celana hitam terlihat berpikir cukup lama, sambil bertanya, ”Apa doorstop saja ya?” tanya dia kepada para
perangkatnya. Lalu dia berjalan menuju Ruang Penunjang. “Apa sudah disiapkan?”tanya dia yang menghentikan langkahnya di depan Ruang Penunjang. Barulah setelah Paspampres menyatakan “Siap”, Presiden melangkahkan kakinya dan mengadakan konferensi pers. Katanya, “Para wartawan yang saya cintai…” badriah





