Nachrowi Ramli: Bukan untuk Mengelabui Rakyat

Jum'at, 15 Desember 2006 | 00:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Habibie: Kalau Bapaknya berapa jam?
Ghalib: Tiga jam lebih.
Habibie: Ya, udah cukup.
Ghalib: Iya, tapi kan kalau cuma dua jam juga nanti orang, wah, sandiwara apalagi nih.

Demikian penggalan percakapan antara Presiden BJ Habibie dan Jaksa Agung Andi M. Ghalib yang dilansir majalah Panji Masyarakat terbitan 24 Februari 1999. Dalam rekaman itu tergambar bahwa Habibie menanyakan suasana dan perkembangan pemeriksaan terhadap mantan penguasa Orde Baru Soeharto dalam kasus korupsi.

Meskipun Panji menuliskannya sebagai suara mirip-mirip Habibie dan Ghalib, tapi di kemudian hari terbukti bahwa rekaman percakapan itu benar adanya. Citra kedua tokoh itu pun langsung anjlok, karena pemeriksaan Soeharto dianggap hanya dagelan.

Setelah kasus penyadapan itu, Lembaga Sandi Negara menerapkan sistem persandian pada sarana komunikasi di sejumlah departemen dan instansi negara. “Itu untuk mengamankan rahasia, bukan untuk menyembunyikan diri, membela koruptor atau mengelabui rakyat,” kata Kepala Lembaga Sandi Negara Nachrowi Ramli kepada Tempo, Rabu sore.

Apa pentingnya sistem persandian dalam pemerintahan?
Ilmu kami memang ilmu untuk mengamankan rahasia negara yang dikomunikasikan. Perkembangan teknologi informasi seperti HP, Fax, bisa menembus batas wilayah negara maupun waktu. Namun, sifat alat-alat itu rentan terhadap gangguan, sehingga harus diamankan. Contoh HP, fax, e-mail semua menggunakan gelombang elektromagnetik yang kalau sudah berada di udara, semua orang bisa mengambil manfaat. Bisa melakukan penyadapan, sehingga perlu dilakukan pembatasan.

Sejak kapan sistem persandian negara ini dibuat?
Setelah kasus penyadapan telepon antara Presiden B.J Habibie dan Jaksa Agung Andi M. Ghalib terjadi. Walaupun percakapan itu cuma dua menit, kita kan rakyat jadi memandang Habibie yang seorang reformis jadi dianggap melakukan intervensi. Itu berdampak pada raport politiknya yang langsung jatuh. Memang pembuatan sistem ini merupakan inisiatif kami, lembaga sandi.

Bagaimana anda meyakinkan pentingnya soal persandian kepada instansi pemerintah?
Kami sudah memberikan asistensi dan sosialisasi, memang tanggapannya beragam. Ada (pejabat) yang aware, tetapi ada juga yang resistan (menolak) dengan alasan saat ini semuanya sudah terbuka. Kami sampaikan dimanapun ada negara itu selalu ada rahasia. Nah, penyandian itu untuk mengamankan rahasia, mengamankan seluruh bangsa dan negara, bukan untuk menyembunyikan diri, membela koruptor atau mengelabui rakyat.

Apa kendala yang anda temui?
Beratnya itu ketika pejabat baru dan ganti-ganti. Kami mesti menjelaskan kembali satu-persatu, karena latar belakang menteri kan berbeda-beda. Ada dari pers, birokrat, bahkan pesantren. DIMAS ADITYO






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: