Presiden Tetapkan 19 Desember Hari Bela Negara
Senin, 18 Desember 2006 | 17:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keputusan Presiden yang menetapkan tanggal 19 Desember sebagai hari bela negara. “Ini untuk mengenang, betapa kita tidak pernah menyerah mempertahankan kemerdekaan. Dan untuk memberi tanda sejarah di Bukittinggi tanggal 19 Desember masih berkibar merah putih dan berdiri pemerintah RI,” ujarnya dalam sambutan perayaan puncak Hari Nusantara ke-7 tahun 2006, di Pelabuhan ASDP Teluk Bungus, Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat, kemarin.
Namun, ujar dia, "Ini harinya seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya harinya masyarakat Sumatera Barat.”
Presiden bercerita pada 19 Desember tahun 1984, pemerintahan yang sah di Jakarta tidak bisa menjalankan tugas pemerintahan saat itu. Soekarno-Hatta, ujar dia, tidak bisa mengemban tugas sebagai Presiden dan Wapres RI. Dan untuk membuktikan Negara Kesatuan RI masih tegak berdiri, tambah dia, didirikan Pemerintahan Darurat RI di Bukittinggi dengan ketuanya Sjafruddin Prawiranegara.
Sebelumnya, Masyarakat Sumatera Barat pernah meminta agar PDRI diakui dan diberikan kedudukan yang layak. Keluarga Sjafruddin pun meminta agar Sjafruddin diakui sebagai salah satu presiden RI.
Saat melakukan lawatan kematian istri Sjafruddin beberapa bulan lalu, Presiden berjanji akan menempatkan kedudukan Sjafruddin sejajar dengan mantan Presiden RI lainnya. Akhirnya, Sjafruddin dianggap sebagai salah satu Perdana Menteri di Indonesia.
Dalam siaran pers Pemerintah Daerah Sumbar, tercatat sudah 5 kali Presiden mengunjungi provinsi itu dalam rentang 2005-2006.
Presiden yang berjuluk Raja yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam dan Ibu Kristiani Herawati Yudhoyono yang bergelar Puan Puti Ambun Suri dari Istano Pagaruyung Batusangkar ini sangat menikmati keindahan alam Bukittinggi yang diapit Gunung Singgalang dan Gunung Merapi. Namun dalam kunjungan kali ini Presiden membatalkan rencana menginap di Kota Padang.
Namun, Presiden menegaskan bahwa kedatangannya kali ini selain untuk menghadiri perayaan puncak Hari Nusantara ke-7,juga untuk meresmikan debarkasi/embarkasi haji dan peresmian Mesjid Nurul Hasanah dan peresmian pembangunan tepi pantai untuk melindungi dari abrasi. badriah





Komentar Anda :