Gubernur Lemhanas: Ada Kelompok Boncengi Try
Rabu, 20 Desember 2006 | 21:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menduga, apa yang disampaikan Try Sutrisno ke DPR Selasa lalu, diboncengi oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin menggulingkan pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyonom dan Wakil Presiden Jusuf Kalla secara inkonstitusional. "Kelompok ini kecil, tapi menarik perhatian media, sehingga apa yang mereka lakukan selalu diberitakan," ujar Gubernur Lemhanas, Muladi, di kantornya Rabu (20/12) malam.
Namun politikus Partai Golkar ini enggan menyebutkan kelompok yang membocengi langkah mantan Wakil Presiden era Orde Baru itu. Ketika ditanya apakah kelompok yang dimaksud adalah Partai Rakyat Demokratik, Forum Kota, aktivis Malari Hariman Siregar, dan kelompok lain yang selama ini mengkritik pemerintah, sebagai pihak yang membocengi Try? "Saya tidak menyebut nama, tapi semua orang sudag tahu siapa mereka," ujarnya.
Selasa lalu, Try Sutrisno bersama sejumlah tokoh dari Gerakan Kebangkitan Indonesia Raya bertemu dengan Ketua DPR Agung Laksono, di ruang tamu pimpinan DPR RI. Beberapa tokoh GKIR yang hadir antara lain Hariman Siregar, Muslim Abdurrahman, Chadijah Wahid, Amir Husein Daulay.
Kelompok ini menyampaikan beberapa temuannya, selama pemerintahan dipimpian Yudhoyono-Kalla, situasi di semua bidang kehidupan semakin memburuk, harapan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin menipis, terjadi kontradiksi yang menyolok antara indikaotor-indikator makro ekonomi yang membaik dengan indikator-indikator mikro termnasuk sektor riil yang terus memburuk.
Ketua DPR Agung Laksono mengatakan, pihaknya akan menampung semua aspirasi GKIR sebagai masukan yang berharga bagi DPR RI. Sebagai pimpinan, pihaknya akn meneruskan ke komisi dan fraksi-fraksi di DPR. “Sesuai dengan tata tertib Dewan, masukan akan kami teruskan ke komisi dan fraksi-fraksi,” kata Agung.
Muladi mengaku tidak akan apriori dengan apa yang disampaikan Try dan kawan-kawannya itu. Menurut mantan Rektor Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah ini, mereka menyampaikan peringatan dan masukkan yang baik kepada pemerintah tentang situasi yang terjadi pada saat ini. "Saya yakin Pak Try sendiri tak punya kepentingan politik apapun," ujarnya.Soal pergantian kepemimpinan, lembaganya menentang keras kepada siapapun yang bertindak tidak konstitusional. Jika ada pihak yang melakukan hal itu, menurut Muladi, itu merupakan langkah mundur yang seharusnya tidak diikuti oleh siapapun. "Dan kami tidak melihat ada tanda-tanda Presiden dan wakilnya melanggar konstitusi, misalnya penghianatan kepada negara, korupsi, penyuapan, atau tindak pidana berat lainnya," paparnya.
Dari analisis Lemhanas, kata Muladi, selama pemerintahan Yudhoyono-Kalla, beberapa sektor seperti pengangguran dan kemiskinan, memang meningkat. Namun sebagian besar mengalami kemajuan, seperti indeks harga saham gabungan terus melonjak, inflasi terus menurun, nilain ekspor meningkat, pertumbuhan penduduk menurun. "Pemerintah memang menghadapi masalah yang cukup berat. Tapi sedikit demi sedikit masalah itu sudah diselesaikan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan DPR agar bersikap tegas atas masukkan-masukkan masyarakat. "DPR jangan terbawa arus," tegasnya.
Raden Rachmadi





