Kedatangan Pesawat Mi-2 dan Mi-17 Tunggu Negosiasi
Rabu, 20 Desember 2006 | 21:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana Departemen Pertahanan untuk menambah alat militer dengan membeli Helikopter Mi-2 belum akan segera tuntas. Pasalnya, belasan helikopter tersebut belum bisa didatangkan ke Indonesia karena masih dalam tahap negosiasi antara Departemen Keuangan dan lander pesawat tersebut.
"Kalau pengadaannya sih tidak ada masalah. Sekarang ini masih dalam tahap negosiasi. Tinggal Loan of Agreement dari Departemen Keuangan," ujar Marsekal Pertama Muchtar Lubis, Direktur Pengadaan pada Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan di kantornya, Rabu (20/12).
Menurut dia, saat ini Departemen Keuangan masih berkorespondensi dengan calon penjamin untuk mencapai titik kesepakatan. Dia mengakui setelah tejadi pergantian lander maka pemerintah harus berhati-hati untuk melakukan pembelian.
Lubis mengatakan untuk Helikopter Mi-2, Departemen Pertahanan baru menerima tiga buah pesawat. Rencananya Departemen Pertahanan akan membeli 16 unit pesawat. Sedangkan sisanya masih harus menunggu kesepekatan tersebut. Ketiga pesawat tersebut, kata Lubis, sudah diterbangkan saat perayaan Ulang Tahun TNI Angkatan Laut di Surabaya, 5 Desember lalu. Rencananya ke-16 helikopter Mi-2 itu akan diperuntukkan bagi TNI Angkatan Laut.
Seperti diketahui permasalahan menyertai pengadaan kedua jenis pesawat tersebut. Untuk pesawat Mi-17 pun kini kasusnya masih ditangani oleh Tim Pemberantas Korupsi dan tim koneksitas.
Dian Yuliastuti





