Pelaku Teror Diduga Masuk ke Daerah Pedalaman
Senin, 25 Desember 2006 | 18:47 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Kepolisian Wilayah (Polwil) Surakarta tetap memprioritaskan pemantauan di daerah perbatasan dan daerah pedalaman berkaitan dengan pencarian jaringan terorisme.
Menurut Kapolwil Surakarta, Komisaris Besar Yotje Mende, meski aksi teror semakin menurun tetapi semua pihak tetap harus mewaspadai pembentukan jaringan baru selalu dilakukan oleh pelaku teror.
Dia menyebut pelaku terorisme kini beralih ke pedalaman untuk mengembangkan jaringannya. "Terorisme harus terus diwaspadai karena itu operasi terorisme dilakukan sepanjang tahun," kata Kapolwil.
Kapolwil mengatakan kejahatan kriminal yang terjadi di daerah juga diwaspadai sebagai upaya pelaku teror mengumpulkan dana. Dia menyebut perampokan yang dilakukan terhadap pedagang sapi di Wonogiri beberapa waktu lalu bukan tidak mungkin dilakukan oleh anggota jaringan terorisme.
Namun, Yotje mengakui hal itu baru sebatas kecurigaan karena kasus tersebut belum terungkap. "Ada kecurigaan pelaku perampokan pedagang sapi di Wonogiri merupakan anggota jaringan terorisme. Sebab pelaku teror sebelum melakukan aksi, pasti cari modal," ujarnya.
Menjelang tutup tahun 2006, Polwil Surakarta mengerahkan seratusan personelnya untuk mengawasi daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam Operasi Sapu Jagat. Menurut Kapolwil, Wonogiri yang merupakan menjadi daerah perlintasan dua propinsi memiliki potensi sebagai daerah pengembangan jaringan terorisme, karena daerahnya sepi dan sangat luas sehingga sering kali luput dari jangkauan aparat. "Ada beberapa tempat yang memang menjadi fokus pemantauan aparat, tetapi daerah mana saja tidak bisa saya ungkapkan" kata dia.
Kapolwil berharap peran serta masyarakat untuk membantu pencarian anggota kelompok teroris. Dalam waktu dekat, polisi akan menyebarkan gambar terbaru gembong teroris, Noordin Moh Top. Kapolwi mengatakan pihaknya akan meyebarkan poster Noordin yang dicetak setinggi tubuh aslinya tersebut dengan helikopter agar bisa menjangkau daerah terpencil. "Mulai tahun depan, polisi akan merealisasikan pola pengamanan baru dengan membentuk Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat. polisi akan merekrut kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian dan potensi meningkatkan keamanan dan ketertiban," ujarnya.
Imron Rosyid
Topik :






Komentar Anda :