Kelalaian Ekologis Penyebab Bencana di Indonesia

Rabu, 27 Desember 2006 | 20:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jakarta - Sebagian besar bencana yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kelalaian ekologis. Itu terjadi karena buruknya pengelolaan lingkungan hidup oleh pemerintah. "Ancaman bencana adalah keniscayaan, dan kerusakan ekologis serta ketidakasiapan menghadapi ancaman bencana adalah faktor utamanya," kata Sofyan aktifis lingkungan di kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Rabu (27/12).

Buruknya pengelolaan lingkungan hidup membuat sepanjang tahun terjadi banjir, longsor, genangan yang merata di dataran rendah, kekeringan, krisis air bersih, gagal tanam atau gagal panen, dan kebakaran hutan. "Banjir di Aceh dan Sumatra Utara adalah potret nyatanya," kata dia.

Berdasarkan data WALHI, pada 2006 telah terjadi 325 kejadian bencana yang merenggut lebih dari 6000 jiwa dan menyisakan lebih dari 4 juta warga berstatus pengungsi. Khusus untuk Desember 2006 saja, bencana banjir dan longsor saja telah menyebabkan 25.000 keluarga kehilangan tempat tinggal dan 80 ribu jiwa menjadi pengungsi.

Bencana ini menjadi bukti kegagalan pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya. "Tidak pernah ada kebijakan pemerintah yang menggunakan keseimbangan ekologis," tegas dia.

Dalam lima tahun terakhir sebagian besar bencana ekologis tersebut mengakibatkan 98 persen penduduk Indonesia rentan menjadi korban. Apalagi 83 persen wilayah Indonesia berada di antara dua lempek tektonik yang sangat rawan bencana.

Dengan seringnya bencana alam akibat kerusakan ekologis, Walhi mengangap pemerintah tidak pernah serius untuk mencegah bencana. Walhi juga mengecam lambatnya penanganan bencana yang dilakukan oleh pemerintah. Untuk itu, organisasi peduli lingkungan ini mendesak pemerintah lebih serius mengeluarkan kebijakan dan melakukan tindakan luar biasa untuk mereduksi resiko ancaman bencana.

Ninin Damayanti

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: