Perdamaian di Aceh Bukti Kekuatan Sofh Power

Kamis, 28 Desember 2006 | 19:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Proses perdamaian di Nangroe Aceh Darusalam membuktikan bahwa kekuatan sofh power bisa lebih efektif menanggulangi konflik. "Proses perdamaian di Aceh memerlukan biaya yang jauh lebih kecil daripada yang dikeluarkan Amerika Serikat di Irak," kata Ketua Misi Pemantau Pemilu Uni Eropa Glyn Ford di Hotel Mandarin Jakarta, Rabu (13/12).

Pernyataan Ford yang sebelumnya diklaim sebagai pernyataan pribadi ini mendapat dukungan dari Jurgen Schroder, anggota parlemen Uni Eropa yang juga hadir dalam kesempatan ini. "Itu bukan hanya pernyataan Glyn, tapi juga pernyataan kami, " ucap Schroder mewakili parlemen Uni Eropa.

Proses perdamaian di Aceh berjalan dengan sukses dan lancar. “Pemilihan kepala daerah berlangsung aman. Ini berarti proses perdamaian sedikit lagi mencapai puncaknya," kata Schroder lagi. Semua itu merupakan bukti dari komitmen masyarakat Aceh akan integrasi dan konsolidasi.

Glyn menganggap keberhasilan ini sebagai sebuah kebanggaan tersendiri dari Eropa. Peran Eropa melalui Aceh Monitoring Mission (AMM) telah menunjukkan kekuatan sofh power jauh lebih dasyat dari yang diperkirakan.

Oleh karena itu, walaupun AMM segera dibubarkan, Uni Eropa akan tetap bekerjasama dengan Aceh. Tanggapan masyarakat Aceh terhadap AMM dan Peter Feith sendiri sangat baik. "Ada atau tidak AMM, Peter Feith dan orang-irang yang terlibat akan selalu bersedia membantu Aceh," ucap Glyn.

Titis Setianingtyas






Komentar Anda

Kirim