Jamaah Haji Indonesia Kelaparan di Arafah

Jum'at, 29 Desember 2006 | 15:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Agama Maftuh Basyuni Jumat (29/12) ini di kantornya membenarkan adanya keterlambatan pendistribusian katering pada jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Akibatnya ribuan jemaan haji kita yang tengah melaksanakan ibadah wukuf di padang Arafah, kota suci Makkah, mengalami kelaparan karena kesulitan mendapat makanan sejak malam kemarin.

Menteri Agama, yang mantan duta besar Indonesia di Riyadh, ini langsung melaporkan masalah ini pada Presiden Yudyoyono, yang kemudian memerintahkan agar dilakukan pengecekan langsung oleh Maftuh ke Arab. "Hari ini juga saya berangkat," katanya. "Belum ada informasi pasti mengenai jumlah jamaah kloter yang mengalami keterlambatan itu," kata dia.

Maftuh menduga keterlambatan tersebut karena macetnya jalan akibat jamaah yang membludak saat melakukan wukuf. "Ada empat juta orang yang melakukan wukuf kemarin, dan itu jmenghalangi jalan," katanya.

Lebih jauh Menteri Agama menduga keterlambatan katering disebabkan oleh unsur sabotase sebagai buntut persaingan antarperusahaan katering di Arafah. "Diduga ada sabotase dari perusahaan katering rekanan yang lama dengan yang saat ini menjadi rekanan pelayanan haji Indonesia."

Maftuh menjelaskan, untuk pelayanan haji tahun 1427 H ini, pelayanan haji Indonesia menggunakan katering baru, yaitu katering Anna yang dimiliki kerabat Kerajaan Arab Saudi. Katering yang baru ini menggantikan katering Muafasah yang sudah sejak lama menjadi rekanan. "Diatas kertas pelayanan mereka sangat memuaskan, namun pada pelaksanaannya justru seperti ini," ujar dia.

Apabila ditemukan unsur penyimpangan yang terkait dengan pendistribusian katering, Maftuh menambahkan, pemerintah Indonesia akan melayangkan protes pada pemerintah Arab Saudi. "Kalau ditemukan sabotase, kita tidak bisa lakukan lain kecuali protes," katanya.

Menurut Maftuh, permasalahan catering sebetulnya bukan tanggung jawab langsung pemerintah RI. "Namun bila ditemukan penyimpangan, pemerintah juga harus bertanggung jawab," katanya.
NInin Prima Damayanti

TOPIK






Komentar Anda

Kirim