Semrawutnya Birokrasi Memicu Korupsi

Minggu, 31 Desember 2006 | 00:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jaksa Agung Abdurrahman Saleh mengatakan semrawutnya birokrasi menjadi penyebab maraknya korupsi di lembaga pemerintahan.

Dia mencontohkan gaji presiden yang lebih rendah dari Gubernur Bank Indonesia, gaji pegawai negeri yang pas-pasan berpotensi mudah disogok. "Itu penyebab utama korupsi," kata Jaksa Agung dalam diskusi Dinamika Politik Hukum 2007 di Jakarta, kemarin.

Dia menawarkan solusi reformasi birokrasi secara menyeluruh. Ini sebagai kunci. Kejaksaan, katanya, akan berusaha memberantas korupsi dengan cara memberikan target setiap tahunnya bagi kejaksaan tinggi untuk melaporkan minimal lima kasus dan tiga kasus korupsi pada tingkat kejaksaan negeri. "Mereka harus setor kasus korupsi setiap tahun."

Jika kejaksaan di daerah tidak memenuhi target, katanya, bisa berpengaruh pada kondite kepala kejaksaan di daerah tersebut. "Jika ada kasus korupsi yang tidak jalan segera tarik ke pusat," ujarnya.

Juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng mengatakan, pemerintah akan segera melakukan reformasi birokrasi dan membenahi pola rekrutmen, promosi dan mutasi pegawai negeri. Pegawai negeri, kata dia, nantinya minimal berpenghasilan Rp 1 juta per bulan.

Rini Kustiani






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: