Keluarga Korban Kebingungan Mencari Sanak

Minggu, 31 Desember 2006 | 22:54 WIB

TEMPO Interaktif, Rembang:Keluarga penumpang KM Senopati Nusantara yang tenggelam di perairan Mandilaka Jepara, Jawa Tengah, bingung mencari informasi korban selamat. Korban yang tak hanya berada di satu tempat menyulitkan para keluarga mengetahui keberadaan sanaknya. "Saya sudah dari
Semarang, nama adik saya tercatat sebagai korban yang selamat dan berada di Rembang. Tetapi saya mencari dari kemarin belum ketemu," kata salah seorang keluarga korban KM Senopati di Pos Kamla Rembang, Ahad (31/12).

Perempuan asal Blitar yang mencari ibu, adik dan sopir yang menjadi penumpang kapal tujuan Semarang ini menolak menyebut nama. Ia merasa bingung dengan daftar penumpang selamat yang ditempel di kantor keamanan lapangan. Dia mengaku berusaha mendapatkan daftar penumpang selamat yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya namun gagal. "Ada yang menyebut 15 orang tapi ada yang bilang 14. Saya tidak tahu mana yang benar," katanya.

Informasi sulit ini diperparah sarana komunikasi yang ponsel yang sulit menjelang tahun baru ini. Sementara itu dari daftar penumpang yang selamat di Kantor Kamla, ada tambahan 11 orang lagi penumpang yang berhasil di selamatkan yang dibawa ke Rembang. Ke-11 penumpang tersebut dibawa oleh KM Putra Nambah Rejeki dan diketahui memiliki identitas Agus Budiono (Surabaya), David Sudarno (Cirebon), Suranto (Banjarnegara), Muh Ahwan (Kudus), Karsidi (Demak), Yanti (Semarang), Karsito (Banjarnegara), M Rifaan (Demak), Mas Ahwan
(Kudus), Dewi Lestari (Grobogan), dan Nardi Sutrisno. Selain itu, juga ditemukan 17 korban yang selamat yang saat ini diangkut dua kapal berbeda menuju Surabaya. KRI TNI Al Jami membawa 8 penumpang dan KRI Niaga Caraka Jaya Niaga mengangkut 9 korban selamat.

Berdasarkan data yang ada, total penumpang yang sudah dievakuasi 133 orang. Saat ini sedikitnya masih ada 319 penumpang yang belum berhasil ditemukan karena dari jumlah tiket yang terjual KM Senapati membawa 452 penumpang. imron rosyid

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :