Supaya Adil, Perahu Bantuan Dijual
Senin, 01 Januari 2007 | 19:22 WIB
TEMPO Interaktif, Cilacap:Tak ada keceriaan di wajah dua puluh nelayan yang bakal menerima bantuan dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, Jumat lalu. Padahal, bantuan berupa 419 kapal, 1.445 unit jaring, 4 unit GPS (Global Positioning System), dan 2 buah rumpon itu kalau ditotal nilainya mencapai Rp 23,149 miliar.
Namun, menurut Pardiman, nelayan asal Kecamatan Sidakaya, Cilacap, jumlah bantuan kapal tak sebanding dengan nelayan yang mencapai 3.875 orang. Karena itu, meski ia dan rekan-rekannya hadir di acara tersebut, si penerima bantuan belum tentu dirinya. "Kami kan hanya mewakili kelompok masing-masing. Ndak tahu siapa nanti yang menerima," ujarnya.
Karena pemberian bantuan dipastikan tak merata, ia memastikan akan timbul kecemburuan diantara mereka. Sebagai alternatif solusi, kapal bantuan kemungkinan akan dijual. "Uangnya dipinjamkan kepada nelayan yang membutuhkan untuk perbaikan kapalnya," ujar Pardiman.
Lain lagi dengan Arjadi. Nelayan asal Kecamatan Merta Singalengkong, Cilacap ini mengeluhkan ukuran perahu dinilainya terlalu kecil. Kapal compreng, sebutan perahu kayu yang biasa digunakan nelayan setempat, berukuran panjang 10 meter dengan lebar 3 meter sehingga mampu untuk melaut selama empat hari.
"Kalau ini mah paling cuma buat nangkap rebon (udang) dan melautnya cuma sehari," kata Arjadi sambil menunjuk kapal dengan panjang 8 meter dan lebar 1,5 meter itu. Perahu fiber, dia melanjutkan, meski lebih mahal tapi mudah retak jika terbentur karang. Perbaikannya pun lebih mahal ketimbang perahu kayu.
Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan, Deddy Heryadi Sutisna mengungkapkan bantuan diberikan atas permintaan mereka. Karena itu jika sampai dijual sangat tidak dibenarkan. "Saya akan minta Dinas Perikanan dan Kelautan setempat untuk memberi pemahaman kepada mereka," ujarnya saat dihubungi kemarin.
Bantuan itu bagian dari upaya rehabilitasi pascatsunami yang menimpa para nelayan di Cilacap, Kebumen dan Purworejo pada Juli lalu. Freddy mengakui jumlah bantuan masih kurang karena dananya terbatas. Sepanjang 2006, kata dia, dana yang tersalur untuk nelayan korban tsunami sebesar 128,7 miliar. Rini Kustiani





