Pasokan Makanan Masih Tersendat
Selasa, 02 Januari 2007 | 00:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Departemen Agama Muchtar Ilyas menyatakan semua anggota jemaah haji asal Indonesia sejak Ahad petang sudah mendapatkan makanan. Para jemaah pun mulai kemarin pagi sudah mendapatkan kompensasi sebesar 105 riyal (1 riyal setara dengan Rp 2.400) dari perusahaan katering Anna yang lalai melayani jemaah.
Zulfahmi Muslim, anggota jemaah asal Bekasi yang kini tinggal di maktab 52, mengakui, selama berada di Mina, dalam dua hari terakhir telah mendapatkan makanan. Hanya, pasokan masih tersendat. "Masih suka telat 1-2 jam," ujarnya saat dihubungi Tempo. Akibat keterlambatan itu, saling rebut antaranggota jemaah saat makanan dibagikan tak terhindarkan. "Jemaah menjadi barbar," ucapnya.
Selain mendapat nasi kotak, jemaah memperoleh makanan kecil, berupa roti, kue, makanan ringan, dan kurma. Sumbangan berupa mi instan terus mengalir dan pasokan air minum lancar.
Petugas haji di Media Center Arab Saudi mengakui pelayanan makanan belum optimal ke semua maktab dan anggota jemaah yang ada. Ia mencontohkan jemaah di maktab 24 hingga 47 belum terdata dengan baik sehingga ada yang sudah mendapat jatah makanan dan ada yang belum. "Kami kesulitan mendapatkan informasi dari lapangan karena sinyal telepon yang buruk," ujarnya.
Soal dana kompensasi, Muchtar menjelaskan, hari pertama wukuf di Arafah seharusnya jemaah mendapatkan empat kali jatah makan dan tiga kali sewaktu memasuki Mina. "Setiap kali makan 15 riyal, jadi total 105 riyal," kata dia.
Kondisi para jemaah, dia melanjutkan, umumnya cukup baik. Ia membandingkan, dalam musim haji tahun lalu, pada hari yang sama di Arafah dan Mina jumlah anggota jemaah yang wafat mencapai 30 orang. Tapi sekarang laporan dari tim kesehatan yang diterimanya menyebutkan jumlah anggota jemaah yang meninggal hanya 2 orang.
Tentang kabar yang menyebutkan banyak anggota jemaah pingsan akibat tidak makan, hal itu kata Muchtar mungkin saja benar. Namun, pada musim haji tahun lalu, ketika tidak ada masalah dengan makanan, ada juga anggota jemaah yang pingsan. "Jadi penyebabnya itu bisa beragam," ujarnya.
Zulfahmi mengaku tidak tahu-menahu soal pembagian dana kompensasi "Saya tidak berharap banyak," ujar anggota jemaah asal kelompok terbang 34 yang sudah tiba di Mekkah itu. Ia memastikan di kota ini suplai makanan lancar. Ninin Damayanti | Dian Yuliastuti | Sudrajat





