Dewan Penasehat Presiden Diusulkan Akomodasi Kader Partai

Rabu, 03 Januari 2007 | 11:12 WIB

TEMPO Interaktif, Cilegon:Ketua Bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum menganggap perlu mengakomodasi kader partai dalam pemilihan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memilih orang yang kopeten memberi pertimbangan. "Sebaiknya tidak dikotomis dari partai atau nonpartai," kata Anas sebelum peresmian pabrik gula rafinasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cilegon, Banten, Rabu (3/1).

Menurut Anas, presiden perlu memperhatikan kompetensi calon, bukan latar belakang partai atau nonpartai. Penasihat presiden yang ada seperti Sjahrir dan Rachmawati Soekarnoputeri bisa direkrut menjadi penasehat.

Anas menganggap Dewan memiliki fungsi berbeda dengan staf khusus. Jadi, katanya, presiden tak perlu membubarkan staf khusus. "Staf itu memperkuat kantor kepresidenan," ujarnya.

Sebelumnya pengamat politik CSIS, Indra J. Piliang, mengusulkan Dewan Penasehat diisi negarawan. Ia menyarankan presiden tidak memilih kader partai politik. "Itu hanya akan menimbulkan kontroversi apalagi kalau nasihatnya tidak diterima presiden," kata dia.

OKTAMANDJAYA WIGUNA






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: