Angkatan Udara Andalkan Data Visual dalam Pencarian Adam Air
Rabu, 03 Januari 2007 | 12:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:TNI Angkatan Udara menyatakan dalam proses pencarian pesawat Adam Air lebih mengutamakan pencarian secara visual. "Agar tidak ada kesalahan lagi. Jika bangkai pesawat belum terlihat mata dan jelas posisinya di mana, kami tidak akan informasikan dulu," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Herman Prayitno, Rabu siang ini.
Sebenarnya, kata Herman, dengan unmanet aero vehicle (UAV) yang memiliki teknologi pemindai infra
merah, posisi pesawat dengan nomor penerbangan DHI-574 itu bisa ditemukan. Dengan pesawat tanpa awak itu suhu bangkai pesawat akan tertangkap. "Tapi kami tidak punya alat tersebut," katanya.
Menurutnya, untuk sementera pencarian dilakukan secara manual dengan menggunakan pesawat pengintai Boeing 737-200 yang dibantu satu skuadron atau setara dengan 400 personil Komando Pasukan Khusus dari Pangkalan Udara Hassanuddin, Makassar.
Selain itu, kata dia, dikerahkan juga dua helikopter jenis Puma. "Tentu saja tidak 100 persen keakuratan alat-alat tersebut. Namun alat itu membantu, karena dikombinasikan dengan tangkapan radar," paparnya.
Pencarian Adam Air rute Surabaya-Manado yang hilang pada Senin lalu sempat terjadi simpang siur. Kemarin dikabarkan pasewat jatuh dan menabrak gunung di Matangga, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tapi setelah dicek tidak ditemukan.
Tima SAR telah mencapai lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat jatuhnya pesawat Adam Air di perbukitan Matangga.
Beberapa pejabat berwenang kemudian menyatakan kalau kabar itu tidak benar. Soal sebab hilangnya komunikasi dengan pesawat Adam Air, menurut Herman, kemungkinanya ada tiga, faktor manusia, mesin, dan cuaca.
Dalam catatannya, kecelakaan penerbangan sekitar 70 persen karena kesalahan manusianya. Jika dirunut lebih jauh, Herman memaparkan, faktor manusia ini bisa jadi merupakan akibat dari adanya persoalan di manajemen perusahaan penerbangan itu.
"Kesalahan di manajemen bisa menyebabkan kesalahan pada manusia, engine, dan cuaca," ujarnya. Sampai berita ini dilaporkan keberadaan pesawat Adam Air yang membawa 96 penumpang dan 6 awak pesawat belum ditemukan.
Raden Rachmadi





