Waktu Pencarian Korban Kapal Senopati dan Pesawat Adam Air Tidak Dibatasi

Kamis, 04 Januari 2007 | 04:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tetap melanjutkan pencarian dan pertolongan korban kapal Senopati Nusantara dan Pesawat Adam Air. Pemerintah tidak menentukan batas waktu pencarian korban dua kecelakaan itu.

Menteri Perhubungan Hatta Radjasa mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan untuk meneruskan pencarian dan pertolongan korban kapal Senopati Nusantara di perairan Laut Jawa dan pesawat Boing 727-400 milik maskapai Adam Air.

"Dalam standar operasi SAR, dalam tujuh hari pencarian dihentikan, Presiden menginstruksikan pencarian diperpanjang sampai batas waktu yang dirasa maksimal," kata Menteri Hatta Radjasa, Rabu(3/1), usai rapat terbatas penangganan kecelakaan kapal Senopati Nusantara dan pesawat Adam Air, di Kantor Kepresidenan Jakarta.
 
Presiden, kata Hatta juga menginstruksikan untuk mengerahkan segala sumber daya untuk mencari korban kapal itu.

Kapal Senopati Nusantara yang mengangkut 628 penumpang itu tenggelam di sekitar Pulau Mandalika. Memasuki hari keempat, korban yang berhasil ditemukan mencapai 212 orang, 12 orang diantaranya ditemukan meninggal. Menurut Hatta, sebenarnya ada 240 korban yang sudah ditemukan.  Namun, dia mengatakan informasi ini belum dicek kebenarannya. "Ada yang terdampar di Pulau Bawean," ujarnya.

Sementara itu, pesawat milik maskapai Adam Air yang mengangkut 96 penumpang dan enam awak pesawat, sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Pesawat yang terbang dari Surabaya tujuan Makasar itu seharusnya pada pukul 14.25 WIB mendarat di Bandara Hasanudin, Makasar. Namun hingga kini belum diketahui lokasi jatuhnya pesawat itu.

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mengatakan angkatan bersenjata Singapura akan ikut membantu mencari lokasi jatuhnya pesawat itu. Mereka mengerahkan pesawat Fokker 50 dan dilengkapi Tim SAR. "Tadi jam 20.00-21.00 WIB bantuan dari Singapura sudah datang," kata Marsekal Djoko Suyanto dalam kesempatan yang sama.

Pemerintah setuju menerima bantuan Singapura untuk mencari pesawat itu. Namun, pemerintah mensyaratkan bantuan itu secara operasional harus berada di bawah koordinasi Tim SAR Makasar.

Selain Singapura, kata Djoko, Amerika juga menawarkan bantuan untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat itu. Dia mengatakan bantuan Amerika itu akan datang besok pagi.  

Presiden, kata Hatta juga memerintahkan investigasi tengelamnya kapal itu dan mengumumkan hasilnya pada masyarakat. Presiden juga meminta Departemen Pehubungan mengetatkan pelayaran pada rute tertentu yang mengalami cuaca yang buruk.


SUTARTO | OKTAMANDJAYA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: