Lokasi Pesawat Adam Air Belum Ditemukan di Koordinat Sinyal Elba
Kamis, 04 Januari 2007 | 05:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Staf TNI AU, Marsekal Herman Prayitno, mengatakan sudah menyisir koordinat sinyal elba namun hingga kini belum menemukan lokasi jatuhnya pesawat AdamAir. "Sampai sekarang kita belum ketemu (lokasi jatuh pesawat)," kata Herman kepada wartawan usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Rabu (3/1).
TNI AU, kata dia, sudah menyisir radius 75-100 kilometer bahkan pesawat Boeing milik TNI AU yang seharusnya terbang diatas 10 ribu kaki diturunkan ke 3 ribu kaki karena lensa kamera pesawat tidak mampu menangkap gambar menembus hutan. Herman mengatakan pencarian dengan visual hari ini juga tidak akan membuahkan hasil sehingga akan diulangi kembali besok.
"Ada dua kemungkinan,mungkin belum teliti atau lokasinya bukan di situ karena memang ada dua titik," ujarnya.TNI, kata dia, akan mengerahkan semua sumber daya termasuk kapal sonar untuk mencari lokasi pesawat sedianyanjatuh di laut.
Yang jelas, Herman mengatakan, dua titik tersebut sudah diisolir agar tim pencari tidak kehabisan waktu. Menurut catatan Departemen Perhubungan kekuatan sinyal elba power sangat kecil dan maksimal bertahan 1-2 hari dan setelah itu pancaran sinyal akan meredup dan akhirnya lebih 2x24 jam akan menghilang sepenuhnya.
Sementara itu Menteri Perhubungan Hatt Radjasa mengatakan sinyal elba yang ditemukan di dua titik yakni di di sekitar perairan Majene dan satu lagi di sekitar Polewali. "Itu jadi fokus pencarian kita," ujarnya.
Herman mengatakan, dua titik sinyal tersebut masih didiskusikan. Ia menengarai dua titik tersebut muncul dimana salah satu merupakan sinyal yang tertangkap ketika pesawat mulai mati namun masih melayang ke tempat di titik selanjutnya.
Mengenai kesalahan informasi yang menyebutkan informasi lokasi jatuhnya pesawat di Polewali Mandar, Hatta mengatakan informasi tersebut sebenarnya informasi dari masyarakat yang disampaikan lewat petugas polisi setempat hingga ke Kepala Kepolisian Daerah. Hatta mengatakan, sebetulnya maksud kapolda adalah menyampaikan ada informasi awal yang perlu ada pengecekan ke lapangan. "Tapi informasi itu terlanjur beredar," ujarnya.
Hatta mengatakan lamanya koreksi terhadap informasi salah tersebut bukan kesengajaan. Menurutnya lokasi di Polewali Mandar harus dicapai dengan 6 jam perjalanan mobil dan mendaki gunung dengan jalan kaki sejauh 20 kilometer sehingga total butuh 12 jam untuk menyampaikan informasi ke Polda.
OKTAMANDJAYA WIGUNA





