Ada Titik Logam Baru di Perairan Majene
Jum'at, 12 Januari 2007 | 13:23 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Tim pencari pesawat Adam Air menemukan titik logam baru di dasar laut perairan Majene. Logam ini pertama kali berhasil diditeksi oleh KRI Nala."Kami terus berusaha mengidentifikasi apa logam ini," kata Edy Suyanto komandan Landasan Udara Hasanuddin Makasar.
Menurut Edy logam ini berada pada posisi sekitar titik koordinat ketika Adam Air melakukan kontak terakhir. Karena itu menurut Edy pencarian bangkai Adam Air di konsentrasikan di perairan Majene.
Sinyal logam berat itu terdeteksi pada kedalaman sekitar 1.660 meter di bawah laut. Lokasinya diperkirakan tak jauh dari titik kordinat 03.40.24,5 LS dan 113.10.58,2 BT saat pesawat kehilangan kontak terakhir dengan menara kontrol (ATC) Bandara Hasanuddin Makassar.
Kepala Kepolisian Resort Majene, Ajun Komisaris Besar Polisi Sudaryanto, mengatakan, penemuan baru logam berat diperairan Mejene memperkuat asumsi jatuhnya pesawat dilaut. "Makanya pencarian hari ini difokuskan di perairan Barru, Pare-Pare dan Majene serta Polewali," katanya, di Majene, Jum'at (12/1).
Panglima Komando Maritim Timur, Laksamana Dua TNI Moekhlas Sidik belum bisa memastikan temuan logam baru di perairan Majene sebagai bagain badan pesawat Adam Air. "Belum dipastikan, tapi temuan baru ini memperkuat dugaan pesawat nahas itu jatuh ditempat kontak terakhir dengan ATC, yaitu sekitar perairan Majene," ujarnya.
Mengenai temuan serpihan-serpihan badan pesawat Adam Air di perairan Barru dan Pare-Pare, Moekhlas menduga serpihan bergerak dari arah Majene mengikuti arus air laut dengan kecepatan 0,07 knot/hari.
Sebelumnya, Sonar KRI Fatahillah berhasil mendeteksi adanya tiga titik logam berat di perairan Tanjung Rengas, Mamuju, Sulawesi Barat. Hingga kini, ketiga titik logam itu belum bisa diidentifikasi sebagai badan pesawat Adam Air yang hilang sejak 1 Januari lalu.
Sunudyantoro | Anwar Anas





