Warga Barru Ikut Disibukkan Mencari Adam
Jum'at, 12 Januari 2007 | 13:33 WIB
TEMPO Interaktif, Barru:Wallekang, 60 tahun, terlihat meneliti satu persatu benda-benda yang terdampar dipesisir pantai Lojie, setelah Muh Bakri, 40 tahun, menemukan salah satu bagian pesawat Adam Air yang hilang. Sampah-sampah di pesisir pantai ini diperiksa satu-persatu, sesekali jika menemukan bongkahan kayu besar terkadang digeser untuk melihat benda yang bisa menjadi bukti tambahan untuk mencari tahu keberadaan pesawat yang telah hilang selama 12 hari ini.
Dengan keseharian berprofesi sebagai nelayan, tentu dia bisa membedakan mana benda yang cukup asing. Dengan hanya bermodalkan sebuah topi sebagai pelindung dari panas, ia menyusuri pantai Lojie.
Ia juga menuturkan kepada Tempo, bahwa benda yang ditemukan Bakri yang tidak lain adalah keponakannya itu, baru pertama kali dilihatnya, maklum dia belum pernah naik pesawat, kalaupun melihat itu hanya dari kejauhan, "Seperti burung terbang," ujarnya.
Wallekang tidak sendiri, dia bersama ratusan warga pesisir pantai Lojie sibuk melakukan pencarian benda-benda yang bisa membantu menemukan titik terang mengenai keberadaan pesawat adam air ini.
Selain orang dewasa, anak-anak juga ikut mencari, diantaranya Miftahul (12), Virson (12), Rahmat (9), Renaldi (12), dari pencariannya dipantai Ujunge Mallawa, kecamatan Mallusetasi, sekitar pukul 10.30 Wita kemarin, sebanyak 6 buah serpihan papan/fiber.
Deni (9), bahkan menemukan juga sebuah benda yang merupakan bagian belakang jok kursi pesawat yang bertuliskan Live vest under seat (pelampung di bawah kursi anda) dan Fasten seat belt while seated (gunakan sabuk pengaman selama duduk), Rabu lalu, dalam perjalanan ke sekolah. Karena sebelumnya dia tidak pernah melihat benda seperti itu, akhirnya benda itu disimpan dan dijadikan menjadi mainan.
Pemandangan seramai ini baru pertama kalinya terjadi dipesisir pantai, Wallekang dan Deni tinggal.
Akibat kesibukan warga yang ikut membantu pencarian, Kamis siang dan sorenya nyaris tidak ada aktifitas melaut dan memeriksa jaring oleh para warga pesisir pantai, padahal cuaca saat itu sangat cerah dan bagus untuk melaut. "Kami hanya ingin membantu, kami prihatin melihat berita di TV tentang hilangnya pesawat Adam Air," kata Wallekang.
Irmawati





