|
Partai Murba Indonesia Dideklarasikan
Sabtu, 13 Januari 2007 | 16:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Murba Indonesia (PMI) mendeklarasikan pendirian partai di Gedung Juang 45, Jalan Menteng raya, Jakarta Pusat. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PMI, Kusni, mengatakan partainya adalah paertai nasional berazaskan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kusni mengatakan, partainya didirikan untuk memperjuangkan masyarakat masyarakat miskin dan rakyat jelata menuju kemakmuran. "Kami akan berjuang mengusir kemiskinan yang terus bertambah," kata Kusni kepada wartawan dalam acara deklarasi, Sabtu (13/1).
Kusni mengatakan, PMI telah memenuhi seluruh persyaratan administratif pendirian partai politik dan telah mendaftarkan diri di Departemen Hukum dan HAM pada tahun lau. Ia mengklaim memiliki delapan Dewan Pimpinan Daerah di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
PMI, kata dia, akan mengoptimalkan basis suaranya dari 110 juta rakyat miskin di Indonesia. PMI, tegasnya, tidak akan seperti partai lain yang menggalang suara dengan memanfaatkan rakyat miskin lewat pembagian kaus partai dan uang.
Meski siap bersaing dengan partai lain, Kusni menyatakan pihaknya tidak menargetkan untuk mengikuti pemilihan umum pada 2009. "Pemilu tidak cuma 2009 masih banyak pemilu ke depan setiap lima tahun," ujarnya. Lagipula, kata dia, penyaluran tidak mesti lewat DPR karena bisa langsung menyampaikan langsung kepada presiden sebagai pembuat kebijakan negara.
Kusni mengakui, sebagai partai baru sulit untuk mengumpulkan suara dalam jumlah besar. Meski begitu ia tidak takut terhadap upaya partai-partai besar untuk membatasi jumah pserta pemilu dengan menaikkan persentase electoral treshold.
Partai yang berkantor pusat di Kramat Jati, Jakarta Timur ini bervisi untuk berjuang bersama rakyat jelata menuju masyarakat adil dan makmur. PMI, kata dia, punya misi untuk menjadi jembatan antara rakyat jelata dengan pemerintah pusat dan daerah.
Ke depan, PMI akan mengusulkan konsep pemberdayaan masyarakat kepada pemerintah dan akan mendesak pemerintah untuk menyediakan balai latihan kerja yang bisa diikuti secara gratis. Menurutnya, masyarakat menjadi miskin karena tidak punya kelahlian keja, modal, dan kesempatan berusaha.
Kusni mengatakan, partainya memiliki kaitan historis dengan Partai Murba yang pernah menjadi salah satu partai besar dalam Pemilu 1955 dengan kader seperti Sukarni, Chaerul Saleh, dan mantan Wakil Presiden Adam Malik. Dosen mata kuliah Pancasila di Universitas Sahid ini mengaku dia juga aktif di Partai Murba semasa mudanya.
Pada pemilu 1999 pernah juga muncul Partai Musyawarah Rakyat Banyak atau Partai Murba, namun Kusni mengatakan partainya tidak memiliki kaitan dengan parpol tersebut. Ia juga mengklaim pendirian PMI didukung oleh sesepuh Partai Murba Pemilu 1955.
Deklarasi yang diramaikan dengan kelompok musik keroncong tersebut dihadiri oleh beberapa Ketua DPD, namun tidak terlihat adanya mantan anggota Murba versi pemilu 1955. Ruangan deklarasi justru penuh oleh sekitar 40 mahasiswa yang sebagian besar dari Universitas Sahid. "Kami diundang,"kata Danar, salah seorang mahasiswa Sahid.
OKTAMANDJAYA WIGUNA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|