Target Penanaman Hutan Dua Juta Hektare per Tahun
Minggu, 14 Januari 2007 | 13:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan menerapkan penanaman hutan kembali seluas dua juta hektare per tahun. "Ini untuk menghindari azab tahunan yang selalu menimpa Indonesia akibat lingkungan hutanh yang rusak" katanya di Medan, Minggu siang.
Selama ini, katanya, kondisi hutan selalu defisit karena penebangan yang tidak benar. Saban tahun penebangan di Indonesia lebih dari dua juta hektare. Sementara itu, penanaman kembali hutan tak lebih dari satu juta. "Ini bis amemperparah kerusakan hutan," ujarnya.
Dengan metode baru, menurutnya, setiap tahun pemerintah selain menanam dua juta hektar tanaman juga membatasi penebangan hutan tidak lebih dari satu juta hektare.
"Ini untuk mengembalikan Indonesia seperti tahun 50-an, di mana hutannya cukup lebat dan kerusakan lingkungan nyaris tidak ada," katanya.
Dengan demikian, kata Kalla, memulihkan kembali kondisi hutan Indonesia butuh waktu sekitar 50 tahun. Dia menegaskan, akibat kerusakan lingkungan Indonesia selalu mengalami musibah. Apalabila musim hujan kebanjiran dan musim kemarau terjadi kekeringan di mana-mana.
Kalla mencontohkan wilayah Sumatera Utara dan Aceh bila dilihat dari udara tampak banyak hutan yang gundul. Sedangkan yang hijau bukannlah hutan, namun kelapa sawit yang daya dukungnya terhadap air tidak sebaik hutan.
Pemerintah menganggarkan dana Rp 4 triliun, naik Rp 1 triliun dari tahun sebelumnya untuk penghijauan kembali hutan. Pemerintah juga menggalakkan rasa cinta terhadap lingkungan untuk menghindari bencana tahunan.
"Kita harus mencintai lingkungan, karena kalau kita cinta lingkungan, lingkungan juga akan mencintai kita," ucapnya. Dengan mencintai lingkungan, dapat mencegah pembabatan dan penggundulan hutan baik dengan cara ilegal maupun penebangan yang tidak sesuai aturan.
Hambali Batubara





