Penyebab Kecelakaan Adam Air Tinggal Dua Kemungkinan
Rabu, 17 Januari 2007 | 20:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Setio Rahardjo mengemukakan spekulasi penyebab kecelakaan pesawat Adam Air 1 Januari lalu tingal tersisa dua kemungkinan. "Kemungkinan karena terlepasnya struktur pesawat (structure failure) atau terjebak cuaca yang ekstrim (weather penetration)" kata Setio, Rabu (17/1).
Ia menjelaskan bahwa Kemungkinan pesawat meledak di udara (explosion) sudah ditinggalkan karena tidak ada bukti-bukti yang mendukung. "Kalau meledak di udara, pasti sudah ada tebaran puing-puingnya," ujarnya. Menurutnya tim bantuan investigasi dari Amerika Serikat pun sependapat dengan analisa itu.
Kedua kemungkinan yang tersisa itu, Setio menambahkan, akan menimbulkan dapak yang sama: yakni pesawat menukik tajam ke bawah. Dari temuan-temuan yang ada selama ini, pesawat Adam Air itu dipastikan jatuh ke laut.
"Struktur yang copot itu mungkin sayapnya atau ekornya. Sedangkan analisa terjebak cuaca ektrim, itu karena ada bukti-bukti dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika)," ia menjelaskan.
Setio menolak memberikan penjelasan mengenai kemungkinan penyebab itu lebih rinci. "Tidak semua harus dibuka sekarang, ini masalah reputasi. Yang jelas ini belum kesimpulan." Harun Mahbub





