Indonesia Janji Upayakan Perdamaian Timur Tengah
Jum'at, 19 Januari 2007 | 13:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia berjanji untuk terus mengupayakan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. "Kami akan terus mengupayakan langkah diplomatik untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dihadapan anggota parlemen Islam dunia ketika membuka konferensi the International Forum for Islamist Parliamentarian (IFIP), di Hotel Millenium Jakarta, Jumat (19/1).
Yudhoyono mengatakan, Indonesia akan terus mengamati situasi di Timur Tengah yang terus dilanda konflik kekerasan. Indonesia, lanjutnya, sama seperti negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam lainnya ingin melihat pendirian negara Palestina dalam waktu dekat.
Peran Indonesia di dunia internasional terus meningkat di antaranya menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mulai awal tahun ini. Yudhoyono mengatakan, Indonesia sudah mengirimkan pasukan untuk bergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Libanon Selatan dan akan terus mengamati situasi di wilayah konflik Hizbullah dengan militer Israel.
Yudhoyono meminta agar masyarakat dunia tidak pesimistis terhadap masa depan kawasan Timur Tengah. "Pengalaman kami di Indonesia mengajarkan bahwa selalu ada cahaya di ujung terowongan," ujarnya.
Selain masalah Timur Tengah, Yudhoyono juga menyatakan keprihatinan atas munculnya ketakutan terhadap Islam atau Islamofobia di berbagai tempat di dunia. Ia juga menyesalkan adanya penderitaan umat Islam akibat perlakuan diskriminatif dan tidak adil sebagai ekses negatif dari Islamofobia.
Mengahadapi masalah itu, kata dia, masyarakat Islam harus mencari solusi dan berupaya menjangkau pihak yang tidak paham tentang Islam. Menurutnya, Islam adalah agama yang damai dan menghendaki kemajuan.
Karena itu, Yudhoyono mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk berpikir terbuka dan konstruktif, serta terus mengupayakan toleransi dan harmoni lewat dialog dan kerja sama. Yudhoyono menilai dunia hanya akan menjadi tempat yang nyaman jika ada dialog antarkepercayaan dan antarbudaya.
OKTAMANDJAYA WIGUNA





