Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemimpin Agama Harus Utamakan Persatuan
Senin, 22 Januari 2007 | 19:12 WIB

TEMPO Interaktif, Manado:

- Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemimpin agama untuk mengutamakan perdamaian dan persatuan untuk mencapai kemajuan bangsa. "Kita boleh berbeda keyakinan tapi kebangsaan adalah prinsip pokok yang harus dijaga," kata Kalla ketika membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-geraja di Indonesia (PGI) di Manado, Senin (22/1).

Menurut Kalla, agama seharusnya bisa mendorong perdamaian karena setiap agama selalu berdoa untuk kedamaian. Karena itu, konflik yang muncul saat ini sebenarnya bisa diatasi dengan perubahan cara berpikir. Misalnya saja, umat beragama lebih membicarakan persamaan bukan perbedaan. Perbedaan itu harus diterima sebagai kenyataan yang baik karena meski berbeda tetap disatukan oleh tujuan negara yang sama.

Wakil Presiden berharap masyarakat bisa meniru kehidupan bermasyarakat di Sulawesi Utara. “Di sisi timur dan selatan Sulawesi Utara terjadi konflik, namun di provinsi itu sendiri tetap damai,” kata dia. Kalla berharap organisasi keagamaan mampu membantu menjalankan perubahan yang berujung perdamaian. "Adalah tanggung jawab pemimpin agama untuk mempelopori perubahan-perubahan agar masyarakat mencapai kemajuan.” kata Kalla.

Dalam kehidupan berbangsa ini, tugas pemimpin agama bukan hanya menggembalakan pengikutnya untuk beribadah. Mereka juga harus bisa mendorong umatnya memajukan pendidikan dan membantu mensejahterakan masyarakat di sekitarnya.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memang memiliki banyak masalah pula. Masalah itu akan menjadi mudah jika diselesaikan secara bersama-sama. Untuk itulah Kalla mengajak organisasi agama, seperti PGI, membantu menyelesaikan masalah sosial dan memajukan sumber daya manusia. "Buatlah program untuk bangsa ke depan," ujarnya.

Oktamandjaya Wiguna

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
Kami akan Membela Mereka Habis-Habisan | 21 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Saya Bukan Pesaing Presiden | 07 Pebruari 2005
Menjinakkan Oposisi | 31 Januari 2005
Sepasang Pengantin, Dua Karakter | 31 Januari 2005
Menabur Damai Setelah Bencana | 31 Januari 2005
Seumur Jagung yang Mencekam | 31 Januari 2005
Surat Tafsir Arahan Wapres | 24 Januari 2005
Surat itu Tanggung Jawab Saya | 24 Januari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi dan Warga Poso Bentrok, Sembilan Tewas
Kalla Buka Sidang Persatuan Gereja Indonesia
Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Cooling Down
Situasi Poso Tegang
Polisi dan TNI Poso Bentrok, Tiga Polisi Luka-Luka
Satu Polisi Tewas Dikeroyok Massa
Polisi Serbu Rumah Warga Poso, Dua Orang Tewas
Kalla Sakit
Jusuf Kalla Menjamu AMM Makan Malam
Kalla Minta KPK Tangani Kasus Besar
> selengkapnya...

Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Poso, Enam Tahun Dirundung Duka
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Keppres Pengadilan HAM Ad Hoc
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial
Kepolisian Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk91747 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom
PBR Optimis Khofifah Menang
Djoko Suprapto Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit
Pemilu Dikhawatirkan Kurangi Setoran Pajak

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data