Istana Kepresidenan Aman dari Banjir

Minggu, 04 Februari 2007 | 19:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Walaupun pintu air Mangarai dibuka, Komplek Istana Kepresiden, tidak terkena limpasan air sungai Ciliwung yang meluap. Kanal air yang berasal dari sungai Ciliwung di depan Istana Negara hingga pukul 14.30 WIB masih mampu menampung banjir yang dialirkan dari pintu air di Mangarai.

Akan tetapi, sebelum sampai Istiqlal, di belakang Departemen Perdagangan, air dari Sungai Ciliwung ini meluber hingga Jl. Ridwan Rais. Lokasi ini tepat di depan Stasiun Gambir.

Gubernur Propinsi DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan pintu air Mangarai dibuka sejak Minggu(4/2) sekitar pukul 01.00 WIB. Pintu air yang melewati Istiqlal ini dibuka agar tanggul sungai Ciliwung tidak jebol. Sutiyoso telah memberitahukan pembukaan pintu air pada Sekertaris Kabinet Sudi Silalahi. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak keberatan pintu air di Mangarai yang mengarah Istana Kepresiden untuk dibuka.

Dari Mangarai, air dialirkan menuju Masjid Istiqlal. Dari sini, aliran air kemudian dipecah menjadi dua. Satu aliran melewati depan Istana Negara kemudian ke arah Harmoni. Sedangkan yang lain dialirkan menuju Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Banjir besar pernah merendam komplek istana Kepresidenan pada 2002. Saat itu, Ketinggian air di halaman Istana, mencapai 20 cm sampai 25 cm. Banjir itu adalah yang pertama terjadi pascakemerdekaan. Banjir juga menggenangi Jalan Medan Merdeka Barat, depan Kantor Kedutaan Amerika Serikat, Istana Wakil Presiden, Balaikota DKI Jakarta, Pusat Pertokoan Pasar Baru, kawasan di sekitar Glodok, Jalan MH Thamrin, Jalan Sunda. SUTARTO

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: