ICW: Depdiknas Harus Lebih Transparan

Kamis, 08 Februari 2007 | 16:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Indonesia Coruption Watch (ICW) menilai Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tidak transparan dalam menyalurkan dana pendidikan publik dan sangat berpotensi melahirkan korupsi.

“Kalau dilihat lembaga yang paling tertutup, Departemen Pendidikan adalah lembaganya. Tidak ada ruang bagi publik untuk mengetahui kemana larinya dana pendidikan,” kata Ade Irawan, Monitoring Pelayan Publik ICW, dalam seminar pendidikan "Menilai Kualitas Pelayanan Pendidikan Dasar: Potret 10 Kabupaten/kota di Indonesia" di Jakarta, Kamis siang.

Indikator ketidaktransparan Depdiknas, dia melanjutkan, bisa dilihat dari banyaknya kebijakan yang dibuat Depdiknas tanpa melibatkan publik. “Misalnya program voucher pendidikan. Program itu muncul tiba-tiba, tidak jelas dan tidak menjawab problem pendidikan,” katanya.

Depdiknas juga tidak pernah mengeluarkan data siapa saja anggota legislatif yang menerima voucher pendidikan dan sekolah mana saja yang menerimanya.

Ketertutupan Depdiknas, kata Ade Irawan, juga terjadi dalam penyusunan rencana strategis pendidikan yang tidak melibatkan publik. “Menterinya bilang ini rahasia negar.”
Dwi Riyanto Agustiar

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :