Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Swiss Siap Bantu Kembalikan Aset Koruptor
Kamis, 08 Pebruari 2007 | 20:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat meningkatkan kerja sama di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam kerangka mutual legal assistance (MLA). "Kerja sama seperti ini sangat penting untuk pemberantasan korupsi, termasuk asset tracking (penelusuran aset) dan asset recovery (pengembalian aset),” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat konferensi pers seusai pertemuan bilateral dengan Presiden Swiss Presiden Swiss Micheline Calmy-Rey di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/2).

Menurut Presiden, dengan kerja sama ini Indonesia akan mudah melacak aset dan mengembalikan aset yang diduga berasal dari kegiatan korupsi yang dilarikan ke Swiss.

Presiden Swiss Micheline Calmy-Rey mengatakan, sejak 1980 Swiss memiliki undang-undang untuk membantu negara lain melacak harta hasil korupsi dan mengembalikannya ke negara asal. Dia mencontohkan keberhasilan negaranya membantu mengembalikan aset milik Filipina dan Nigeria yang disembuyikan koruptor dari kedua negara itu di Swiss.

Dari Negeria, uang hasil korupsi yang berhasil dikembalikan mencapai US$ 750 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun. Sedangkan dari Filipina, uang yang dikembalikan mencapai US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun.

Namun, dalam pertemuan itu mereka tidak membicarakan secara detail kasus yang akan diselesaikan melalui kerja sama MLA itu. "Kami membicarakan dalam kerangka yang lebih luas," ujar Micheline. Presiden Yudhoyono menambahkan, kesepakatan ini akan mempermudah penyelidikan dan pengembalian aset yang diduga hasil korupsi.

Sutarto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf-Singh Bicarakan Peningkatan Hubungan Ekonomi
Indonesia-Malaysia Bentuk Komite Kerjasama Kepolisian
Indonesia-Australia Sepakat Bertukar Narapidana
Indonesia-Malaysia Amankan Perbatasan
Rumsfeld: Soal Embargo Tak Ada Jaminan
RI Jajaki Produksi Rudal dengan Korsel
Indonesia-Cina Akan Teken Kerja Sama Pertahanan
Ketua DPR Dukung Iran Kembangkan Nuklir
Pemerintah Sesalkan Kunjungan Presiden Taiwan
Presiden Taiwan "Terpaksa" Berkunjung ke Batam
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk92819 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data