Presiden Bertemu Panglima Amerika Bahas Konflik Timur Tengah
Selasa, 13 Februari 2007 | 16:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Peter Pace, Selasa (13/2), sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor Kepresidenan Jakarta.
Pembicaraan selama satu jam itu membahas hubungan militer Indonesia-Amerika, perkembangan konflik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea.
Jenderal Peter Pace, usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan mereka membahas kerja sama kedua negara dibidang militer. "Ada sejumlah kerjasama militer yang telah dilakukan dan akan terus ditingkatkan di masa mendatang," kata Peter Pace, Selasa (13/2), di Kantor Kepresidenan Jakarta.
Kerja sama militer itu, kata Peter sangat penting untuk berbagi ide mengenai bagaimana kita menyediakan perlindungan terbaik bagi rakyat.
Juru Bicara Kepresidenan Dino Pati Djalal mengatakan tahun ini ada 57 orang yang dikirim ke Amerika ikut dalam program IMET. Kerja sama lainnya, kata Dino berupa program Forum Military Sales dan Forum Military Financing.
Presiden, kata Dino mengharapkan kerja sama militer dengan Amerika memiliki dimensi baru. Khususnya kerja sama dibidang kemanusian. Presiden merujuk kerja sama TNI dan Angkatan Bersenjata Amerika saat terjadi tsunami di Aceh sebagai operasi kemanusian yang sukses. Dia mengatakan pertemuan itu tidak membicarakan upaya memerangi terorisme dan pengamanan Selat Malaka.
Menurut Peter, dalam pertemuan itu mereka juga membicarakan isu internasional mengenai konflik di Irak, Palestina, dan krisis nuklir Korea Utara.
Dia mengatakan penambahan militer di Irak tidak secara langsung menyelesaikan masalah di Irak. "Penyelesaian masalah di Irak akan tergantung 3 hal utama, harus dipastikan keamanannya, harus ada pemerintahan yang baik, dan harus ada lapangan kerja," ujarnya.
Yudhoyono, kata Peter menyampaikan ide agar memperkuat pemerintah agar membantu pengamanan militer berhasil.
Mengenai krisis nuklir di Korea Utara, Peter mengatakan mendorong enam negara di Semenanjung Korea untuk melakukan perundingan mencari solusi krisis itu.
Dalam pertemuan itu, Jenderal Peter didampingi Duta Besar Amerika untuk Indonesia Lynn Pascoe. Dari Indonesia hadir Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.
SUTARTO





