Program KB Alami Hambatan Struktural

Rabu, 14 Februari 2007 | 11:25 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Tokoh agama Buddha, Cornelis Wowor, mengatakan program Keluarga Berencana (KB) saat ini mengalami hambatan struktural. Karena perhatian pemerintah mulai berkurang terhadap program KB.

"Sekarang tidak jelas siapa yang menangani tentang KB di daerah," kata Cornelis disela-sela acara konferensi Internasional pemimpin muslim untuk mendukung program kependudukan dan pembangunan, di Bali, Rabu.

Program KB yang berlangsung selama ini, dia melanjutkan, hanya bergaung pada era 1970-an selama masa Orde Baru berkuasa. "Sebaiknya kita kembali ke struktur lama," kata Cornelis yang juga menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Departemen Agama.

Ia menyarankan perlu ada badan khusus yang menangani program KB sampai ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota. "Kalau tidak, melempem ini," ujarnya.

Para pemuka agama Buddha, lanjut dia, sejak sekitar tahun 1970-an juga telah mengambil bagian dalam menggerakan KB melalui ceramah agama dengan pendekatan kesejahteraan keluarga. "Model program KB dapat diaplikasikan di semua agama," ujarnya.

Menanggapi tentang hambatan struktural tersebut, sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief, mengatakan pelaksanaan program KB akan diserahkan ke bupati/walikota di daerah masing-masing. "Kami memberikan advokasi dan pemahaman tentang kependudukan kepada mereka," kata Sugiri. RINI KUSTIANI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: