Pemerintah Harus Revitalisasi Program KB

Rabu, 14 Februari 2007 | 11:58 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar: Mantan kepala badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN), Haryono Suyono, mengatakan pemerintah harus merevitalisasi program keluarga berencana (KB) yang telah tergilas isu politik desenteralisasi dan otonomi yang berkembang akhir-akhir ini. Pernyataan ini disampaikan Haryono di disela-sela acara konferensi internasional pemimpin muslim untuk mendukung program kependudukan dan pembangunan di Bali, Rabu (14/2).

Menurut dia, ada tiga masalah yang perlu direvitalisasi. Pertama, pemerintah harus mengembangkan sumber daya manusia di tiap kabupaten/kota untuk menggerakan program KB. Kedua, BKKBN harus dekat dengan semua stakeholder untuk menunjang program KB, dan ketiga setiap kebijakan tentang keluarga berencana harus terbuka untuk publik dan aplilkatif. "Program ini harus jadi keroyokan semua pihak," kata Haryono.

Pada kesempatan itu Haryono memaparkan satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui tempat ibadah dengan nama pos pemberdayaan keluarga (Posdaya). Program yang dilakukan Posdaya ini mengedepankan peningkatan kesejahteraan keluarga, peningkatan ekonomi, kesadaran tentang kesehatan keluarga dan pendidikan. "Kalau keluarga sudah sejahtera, maka otomatis program KB menjadi salah satu instrumen didalamnya," ujar Haryono yang menjadi Wakil Ketua Yayasan Damandiri.

Saat ini, Posdaya bepusat di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah dan telah membuka program pemberdayaan masyarakat di 109 Masjid di kabupaten tersebut. "Kami juga akan menggandeng seluruh unsur agama lainnya," ujarnya. Kedepan Posdaya juga akan didirikan dibeberapa kabupaten lain seperti Sragen, Karang Anyar, dan Wonogiri.

Tokoh agama Katolik, Romo Mudji Soetrisno, mendukung upaya pemberdayaan keluarga melalui tempat ibadah. "Saya mendukung sekali, Gereja, Masjid, Kuil, Pure untuk pengembangan keluarga sejahtera," ujarnya.

Manfaat yang bisa didapat dari program ini, tidak hanya untuk mensosialisasikan program KB, namun juga menjadi sarana dialog antar agama. "Ini menjadi jalan keluar untuk mencapai hidup beragama yang damai sekaligus sejahtera," ujarnya. Tokoh gereja, kata dia, telah mendukung program KB sejak lama demi terwujudnya keluarga yang sejahtera.

Tokoh Agama Buddha, Cornelis Wowor, juga mendukung upaya sosialisasi program KB melalui tempat ibadah untuk mencapai keluarga sejahtera. "Kami sudah mendukung sejak lama," katanya.

Rini Kustiani






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: