Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Ingkar Janji Pada Bayi Ke-200 Juta
Kamis, 15 Pebruari 2007 | 13:26 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Pemerintah ingkar janji terhadap bayi yang ditetapkan sebagai penduduk Indonesia ke-200 juta, sekaligus penduduk dunia yang ke enam miliar. Bayi tersebut, Bayu Nusantara Aji, yang lahir pada 29 Juni 1996, dijanjikan oleh pemerintah akan dibiayai pendidikannya sampai tingkat perguruan tinggi.

“Bea siswanya terputus sejak Soeharto (mantan presiden) turun,” kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Burhan di Bali, Kamis (15/2).

Bayu, kata Burhan, saat ini berusia 10 tahun dan duduk di kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keruwak. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya yang bekerja sebagai pedagang kelontong di Desa Jeruwaru, Kecamatan Keruwak, Kabupaten Lombok Timur.

Daerah tempat tinggal Bayu, menurut Burhan, berjarak 70 kilometer dari Kota Mataram dan merupakan daerah yang kering dan miskin. Saat ditanya lebih lanjut
tentang kehidupan Bayu, Burhan mengatakan tidak mengetahui. “Saya sendiri belum pernah bertemu langsung dengannya,” katanya.

Burhan mengatakan, pada awal Januari 2007 Bayu pernah menyampaikan keinginannya melalui media massa di Lombok untuk bertemu mantan presiden Soeharto dengan maksud mempertanyakan kelanjutan bea siswanya yang terputus. “Namun sampai saat ini belum terealisasi,” katanya.

Menurut Burhan, sejak otonomi daerah dilaksanakan, maka semua tanggung jawab yang semula berada di tangan pemerintah pusat dialihkan kepada bupati/walikota. “Kami serahkan seluruhnya kepada bupati,” ujarnya. Rini Kustiani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Harus Revitalisasi Program KB
Tokoh-Tokoh Muslim Bahas KB di Sanur
Nahdlatul Ulama Dukung Program KB
Pemimpin Agama Rundingkan Masalah Kependudukan
BKKBN Libatkan Tokoh Agama
Daerah Belum Prioritaskan Program KB
Gorontalo Ingin Lembaga KB Independen
Kondom Kadaluwarsa di ATM Segera Ditarik
Sumatera Selatan Kekurangan Susuk KB
Partisipasi Laki-laki Dalam ber-KB Sangat Rendah

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk93308 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data