Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Cina Nilai Keluarga Berencana di Indonesia Sukses
Kamis, 15 Pebruari 2007 | 13:41 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:
Perwakilan dari China dalam Konferensi Internasional Pemimpin Muslim Untuk Mendukung Program Kependudukan dan Pembangunan, Lijuan Wang menilai program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia sudah menuai sukses. “Buktinya pertumbuhan penduduk di Indonesia turun,” katanya di sela-sela acara, Kamis (15/2).

Menurut dia, China dan Indonesia memiliki kemiripan dalam mengantisipasi ledakan penduduk. "Sama-sama negara berkembang yang memiliki penduduk banyak,” ujar Lijuan yang menjabat sebagai program officer di Asosiasi Program KB China (China Family Planning
Association/CFPA).
Di China, pemerintah menerapkan peraturan berbeda di setiap daerah untuk menangani ledakan penduduk. Pemerintah China, menurut lulusan University of Yoak,
Inggris ini, memiliki kebijakan biaya kesejahteraan sosial (social walfare fee) bagi keluarga yang memiliki jumlah anak melebihi angka yang ditetapkan pemerintah setempat. “Biayanya berbeda-beda di setiap daerah. Disesuaikan dengan pendapatan keluarga,” ujarnya tanpa merinci berapa biaya kesejahteraan sosial yang dimaksud.

Lijuan mencontohkan, untuk daerah perkotaan, setiap keluarga hanya diperkenankan memiliki satu anak, sementara untuk pinggiran kota hanya dibolehkan dua anak, sedangkan daerah terpencil belum ada penentuan berapa jumlah anak yang diizinkan. “Karena mereka sangat sulit dijangkau,” katanya.
Selain mengenakan biaya atau denda pada keluarga yang memiliki anak lebih dari ketentuan, pemerintah China, kata Lijuan, juga mengalokasikan anggaran khusus untuk program KB, sehingga pemerintah menggratiskan pemakaian alat kontrasepsi.

Pemerintah, lanjut Lijuan, juga memberikan subsidi bagi keluarga miskin yang ikut KB dan mentaati jumlah anak sesuai ketentuan pemerintah setempat. “Mereka diberi subsidi 50 Yuan setiap bulan sampai orang tuanya berusia 60 tahun,” jelasnya.
Pendekatan lainn yang dilakukan pemerintah China, kata Lijuan, misalnya dengan mengkampanyekan kesehatan reproduksi bagi ibu hamil. ”Jika mereka ingin sehat dan keluarganya sejahtera, mereka pasti akan memilih ber-KB,” katanya.
Program KB di China dimulai sejak 1979 karena kelebihan populasi. Populasi penduduk di China saat ini sebanyak 1,3 miliar penduduk. Sembilan puluh satu persen diantaranya adalah etnis Han, sedangkan etnis lainnya hanya 9 persen. Oleh karena itu pemerintah menekankan laju pertumbuhan penduduk dari etnis Han.

Dengan program KB yang telah berjalan selama 27 tahun di China, jelas Lijuan, berhasil menurunkan pertumbuhan jumlah etnis Han dari 3,87 persen menjadi 0,87 persen. Sedangkan pertumbuhan penduduk selain etnis Han berada pada kisaran 1,3 persen setiap tahun.

Rini Kustiani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kultur Mendukung Suksesnya Program Keluarga Berencana di Daerah
Pemerintah Ingkar Janji Pada Bayi Ke-200 Juta
Pemerintah Harus Revitalisasi Program KB
Program KB Alami Hambatan Struktural
Program KB Diserahkan Ke Daerah
Iran Kritik Program Keluarga Berencana
Tokoh-Tokoh Muslim Bahas KB di Sanur
Nahdlatul Ulama Dukung Program KB
Pemimpin Agama Rundingkan Masalah Kependudukan
BKKBN Libatkan Tokoh Agama
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk93315 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data