DPR Setujui Impor Beras

Kamis, 15 Februari 2007 | 15:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua DPR Agung Laksono mengungkapkan pemerintah harus mengambil langkah cepat menemukan solusi kesulitan beras. “kalau perlu impor. Tidak ada jalan lain” ujarnya di gedung DPR setelah menemui delegasi parlemen Iran, Kamis (15/02).

Meski begitu, menurutnya impor hanyalah penyelesaian sementara dan bisa disetujui dalam keadaan terpaksa. “Yang terpenting adalah revitalisasi seluruh instrumen
pertanian”, ujarnya. Instrumen itu antara lain seperti infrastruktur, jaringan pengairan, petugas penyuluh
dan pengadaan bibit. “Departemen pertanian yang paling bertanggungjawab,” ia menambahkan.

Agung mengharapkan agar subsidi pupuk diberlakukan. Selain itu, ia menyototi berkurangnya lahan pertanian akibat dikonversi menjadi penggunaan lain. “Saya dengar lahan pertanian hilang 150.000 hektare per tahun,” ujar Agung.

Lebih lanjut Agung memberi perhatian pada tindakan para spekulan beras yang memperkeruh masalah impor bahan kebutuhan pokok ini. Ia berpendapat pemerintah harus mengawasi jangan sampai spekulan ikut bermain. “Ini tugas Departemen Perdagangan dan Departemen Pertanian."

Sedangkan terhadap para spekulan yang terbukti mempermainkan harga, Agung berharap agar polisi menindaknya dengan tegas. Gunanto E.S.






Komentar Anda

Kirim