Menkes : Demam berdarah Belum KLB

Jum'at, 16 Februari 2007 | 14:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Meski korban Demam Berdarah Dengue (DBD) telah mencapai angka ribuan namun Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan kasus DBD belum sampai tahap Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Parameternya belum sampai KLB," katanya sesaat sebelum membuka 'Gerakan Aksi Massal Cegah Penyakit Pasca Banjir dan Demam Berdarah Dengue' di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat pagi (16/02).

Menurut data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga 14 Februari telah tercatat 3.389 kasus DBD dengan 12 korban meninggal dunia di DKI Jakarta. Kasus terbanyak terjadi di Jakarta Selatan dengan total kasus 1.224, 5 diantaranya meninggal dunia. Di Jakarta Timur, kasus DBD tercatat sebanyak 799 kasus dengan 2 orang meninggal. Sementara di Jakarta Barat tercatat 600 kasus, 2 meninggal. Jakarta Utara 452 kasus, 3 meninggal dan Jakarta Pusat 314 kasus.

Menkes mengingatkan, dalam dua minggu ke depan kasus DBD bisa meningkat drastis karena pola peningkatan kasus DBD biasanya mengikuti pola perubahan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. "Ketika banjir saya senang sedikit karena jentik-jentiknya hilang, tapi begitu banjir surut, jentik-jentiknya datang lagi. Dalam cuaca seperti ini mereka bisa berkembang sangat cepat," katanya.

Di Indonesia, menurutnya, masih ada 8 propinsi yang masuk dalam kategori zona merah, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Daerah ditetapkan sebagai zona merah apabila di daerah tersebut terdapat pasien DBD dan ada pasien baru. Zona kuning ditetapkan jika ada pasien tapi tidak ada pasien baru. Sedangkan zona hijau berarti tidak ada pasien DBD di daerah tersebut.

(Dwi Riyanto Agustiar)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: