WHO Dituding Merugikan Indonesia

Jum'at, 16 Februari 2007 | 15:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menuding kebijakan-kebijakan yang dibuat Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) hampir selalu merugikan Indonesia. Tudingan tersebut terkait dengan seruan WHO yang menilai Indonesia tak kooperatif dalam mengirimkan spesimen virus H5N1 dari Indonesia.

Pemerintah sendiri tidak memperdulikan penilaian WHO itu. Menurut Siti, sikap itu beralasan mengingat hal serupa pernah terjadi saat wabah cacar melanda dunia. Ketika itu WHO menginstruksikan negara yang terkena wabah cacar tak membuat vaksin sendiri. Padahal, Indonesia sudah bisa memproduksi vaksin cacar.

"Sekarang ini persoalannya bukan lagi vaksin atau bukan. Tapi ini soal ketidakadilan yang dilakukan negara maju kepada negara berkembang," katanya sebelum membuka 'Gerakan Aksi Massal Cegah Penyakit Pasca Banjir dan Demam Berdarah Dengue' di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (16/02).

Indonesia saat ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan Amerika Serikat, Baxter Healthcare SA, untuk memproduksi vaksin flu burung. Vaksin tersebut diproduksi berdasarkan strain Indonesia. Dalam Nota Kesepahaman disebutkan bahwa Indonesia mempunyai hak untuk memproduksi serta memasarkan vaksin yang diberi nama vaksin A/Indonesia/5/2005, termasuk mengekspor ke negara lain.

Dwi Riyanto Agustiar






Komentar Anda

Kirim