Swasembada Beras 2008 Diragukan
Jum'at, 16 Februari 2007 | 17:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi VI DPR RI, Zulkifli Hasan menyatakan target swasembada beras yang dicanangkan pemerintah pada 2008 tidak akan tercapai. "Yang terjadi sekarang malah impor tanpa pajak”, ujarnya pada diskusi mengenai Dilema Impor Beras di Gedung DPD, Jumat (16/02).
Menurut dia, pemerintah harus menyelesaikan beberapa permasalahan penting seperti persoalan tanah, revitalisasi fungsi Bulog dan kebijakan Harga Pembelian
Pemerintah (HPP) serta konversi lahan pertanian. “Kalau kebijakan pemerintah baik pasti petani akan bertahan”, ujarnnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Ali Muso menganggap persoalan beras bukanlah semata-mata persoalan Departemen Pertanian. “Kita semua harus komitmen,” katanya.
Menurut Sutarto pada 2006 Indonesia sudah swasembada beras. Produksi beras saat itu surplus 50.000 ton akan tetapi jumlah tersebut sangat sedikit karena pemerintah harus memiliki stok yang sama dengan 1-2 bulan kebutuhan masyarakat Indonesia, yakni sekitar 2,6 juta ton.
Sutarto menjelaskan bila ingin swasembada maka produksi beras nasional harus meningkat 6,3 persen. “ini setara dengan 2 juta ton," katanya. Kalau target tersebut
tercapai, lanjut dia, tahun depan kita tidak perlu impor beras.
Namun, Direktur Akademik Magister Agribisnis Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar meragukan swasembada beras ini bisa tercapai. Dia mengungkapkan pertumbuhan produksi beras kita dari tahun 2000- 2006 hanya 1,2 persen. “Sementara pertumbuhan penduduk 1,3 persen,” ujarnya.
Menurut Hermanto berdasarkan kajian Departemen Pertanian Amerika produksi beras kita selalu dibawah total konsumsi.
Gunanto E S





