Yusril Dinilai Arogan

Sabtu, 17 Februari 2007 | 14:28 WIB

TEMPO Interaktif, Sukoharjo:
Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra dinilai bersikap arogan atas tindakannya melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiequrahman Ruki.

Penilaian itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Tjahjo Kumolo ketika ditemui di sela-sela peringatan ulang tahun partainya se-Jawa Tengah di Sukoharjo, Sabtu (17/2). Menurut Tjahjo, bila memang Yusril bermaksud membongkar korupsi di lembaga tinggi negara, seharusnya laporan itu tidak dilakukan ketika dia sedang diperiksa KPK.

"Kenapa tidak dulu-dulu atau nanti setelah emeriksaannya setesai? Kesannya saat ini dia sebagai orang dekat Presiden mau menekan KPK," ujarnya.

Apa yang dilakukan KPK, kata Tjahjo, hanyalah menjalankan intruksi Presiden untuk membersihkan lingkungan istana dari pelaku korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Namun, ia melanjutkan, jika sekarang KPK mulai membidik orang di sekitar Presiden dan diserang balik, komitmen pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan pemberantasan KKN patut dipertanyakan. "Padahal Presiden SBY menjadikan pemberantasan KKN Sebagai primadona kerjanya, tapi kok malah sepert ini," ujarnya.

Tjahjo mengatakan Presiden SBY harus mengklarifikasi tindakan Yusril tersebut. Menurut dia, tindakan Yusril bukan tidak mungkin akan memundurkan usaha KPK membersihkan lingkungan istana. "Sungguh kasihan orang-orang yang berurusan dengan KPK, dan tidak punya power serta kedekatan dengan kekuasaan, apabila apa yang dilakukan Yusril dibiarkan," katanya. Imron rosyid






Komentar Anda

Kirim