Soal Reklamasi Singapura, Pemerintah Dinilai Lembek

Senin, 19 Februari 2007 | 20:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Anggota Komisi I DPR RI Yudi Krisnandi menilai sikap pemerintah terlalu lembek dalam menangani kasus reklamasi pantai Singapura yang membuat daratan di negeri itu menjorok 12 kilometer dari batas aslinya. "Ini soal harga diri kedaulatan bangsa,” kata Yudi saat dihubungi Tempo, Senin (19/02). “Tapi anehnya, pemerintah cenderung kompromis dan lembek.

Menurut wakil dari Fraksi Partai Golkar ini, persoalan reklamasi pantai Singapura tidak hanya melecehkan kedaulatan Indonesia, tapi juga berimplikasi pada keamanan. "Kita terkesan lemah dilihat dari sisi politik," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya bisa mengirimkan nota protes melalui menteri luar negeri kepada menteri luar negeri Singapura. "Jika tidak ditanggapi, kita bawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," tambahnya.

Menanggapi sikap pemerintah Singapura yang hanya mau membahas garis batas wilayah setelah proses rekalamasi pantai mereka selesai, ia berkata, "Singapura curang, masak kesepakatan dibikin setelah dia melakukan pelanggaran."

Ia mendesak pemerintah, terutama Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda, untuk segera mengambil langkah-langkah tegas untuk menekan Singapura. "Saya belum mengetahui ada tindakan tegas yang akan dilakukan Menteri Luar Negeri. Kami sudah rapat kerja beberapa waktu lalu, supaya isu batas teritorial diangkat. Tapi katanya baru akan didalami," ujarnya. Dwi Riyanto Agustiar






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: